• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

MS GLOW BANTAH TERLIBAT KASUS JIPLAK DESIGN WADAH KOSMETIK

April 20, 2018

 

Sby,MercuryFM - Kasus Jiplak design wadah kosmetik yang saat ini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim tidak secara langsung melibatkan MS Glow. Meskipun wadah itu dipakai sebagai kemasan salah satu produk kosmetik yang sedang berkembang tersebut.

Jarmoko Kuasa Hukum CV Cantik Indonesia selaku pemegang hak merk kosmetik MS Glow mengatakan, kalau kliennya itu memesan wadah kosmetik kepada William Junarta Santoso yang sekarang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Pemesanan itu dilakukan lewat kontrak di tahun 2015, tapi baru direalisasikan lewat pengiriman barang di bulan September 2016 sebanyak 10 ribu unit setiap bulan. Sedangkan di bulan Oktober wadah itu baru dipakai dan dipasarkan.

"Tidak ada unsur kesengajaan MS Glow terkait dengan design wadah itu, semua tanggung jawab dari Willy. Karena klien kami hanya memesan supaya dibuatkan wadah kosmetik yang beda dari yang lain" kata Jarmoko.

Kata Jarmoko kliennya tidak memenuhi syarat atau unsur melawan hukum.

Jarmoko menambahkan pihaknya sedang berupaya untuk menyelesaikan persoalan hukum itu.

"Kita klarifikasi yang bermasalah adalah wadah kosmetiknya, bukan produk kosmetiknya. Dan itupun hanya terjadi di satu jenis produk saja" tegas Jarmoko.

Klarifikasi ini penting supaya kasus ini tidak dimanfaatkan pihak lain untuk mengembangkan citra buruk terhadap MS Glow.

Kasus jiplak design wadah kosmetik ini mencuat, setelah Polda Jatim menerima aduan dari Ny Machrida Febriana Wulandari warga Jl.Rungkut Asri Timur Surabaya yang mengaku sebagai pemilik sah design wadah kosmetik itu. Pelapor mengaku dirugikan sebesar Rp 10 milyar akibat beredarnya wadah kosmetik tanpa ijinnya tersebut.

Menurut pelapor produk wadah kosmetik miliknya terdaftar di Direktorat Jenderal (Ditjen) Kemenkum dan HAM RI dengan nomor: IDD0000046108 tertanggal 25 Mei 2016. Dan sudah dipoduksi sejak 2009.

Polisi yang menangani kasus ini sudah menyita puluhan ribu barang bukti berupa wadah kosmetik, mesin pembuat, computer dan sejumlah bukti lain yang terkait dalam kasus ini.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan jika pihaknya tengah menangani kasus pelanggaran design industri.

"Kita sudah periksa semua pihak yang terkait dengan kasus ini. Hasilnya, sudah ada tiga tersangka. Sedangkan barang bukti yang kami temukan cukup banyak, termasuk mesin yang digunakan memproduksi wadah kosmetik tanpa hak" jelas Arman.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags