5 ANGGOTA FRAKSI PKB TERANCAM GAGAL NYALEG

April 30, 2018

 

Sby,MercuryFM - Lima anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Surabaya terancam tidak masuk dalam daftar Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) 2019. Karena sampai sekarang belum mendaftar ke kantor DPC PKB Surabaya.

 

Ke lima anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya tersebut masing-masing adalah Masduki Toha (wakil ketua), Minun Latif (Ketua BK), Camelia Habibah (sekretaris Komisi C), Laila Mufidah (ketua Fraksi), Mazlan Mansyur (ketua Komisi B).

 

Hal ini disampaikan langsung oleh H Syamsul Arifin anggota Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Surabaya.

 

“DPC selama ini sudah bekerja, LPP itu secara mandataris masih sah karena SK nya sampai 2019. Sesuai hasil rapat yang dihadiri Ketua LPP DPW Jatim Thoriqul Haq, salah satu agenda pentingnya adalah rekrut Bacaleg dan pemenangan Pilkada 2018, dan Pilpres 2019, artinya ini bukan sulapan, tapi riil,” ucapnya 

 

Mantan Ketua DPC PKB Surabaya ini mengatakan kalau  sampai sekarang LPP sudah berhasil merekrut 35 Bacaleg yang berasal dari internal dan eksternal. Sementara untuk batas waktu pendaftaran bakal berakhir pada tanggal 15 Mei 2018.

 

LPP DPC PKB juga akan akan bertindak tegas sesuai aturan, jika dari ke lima anggota fraksi PKB di DPRD Surabaya tersebut ternyata tidak mendaftarkan diri sebagai Bacaleg sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka serta merta bakal ditinggal.

 

“Jadi nggak usah kaget, karena kami dikejar waktu, kalau sampai batas waktu (tgl 15 mei) tidak mendaftar, maka dianggap tidak mencalonkan diri atau barangkali telah nyalon ditempat lain,” tandasnya.

 

Syamsul kembali mengatakan kalau tahapannya sudah dilalui sebagaimana mestinya. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan tidak tahu menahu.

 

Syamsul juga menyinggung adanya pihak yang ingin menyampuri urusan internal DPC PKB Surabaya.

 

“Saya minta masalah internal jangan diumbar diluar, lha wong dia (Masduki Toha) rapat saja nggak pernah kok mau ngurusi, pernyataan dia itu lucu, masak saya harus ngajari, kan dia itu sudah jadi dewan selama tiga periode, kok masih nggak tau aturan,” sindirnya.

 

Tidak hanya itu, demi masa depan partai, Syamsul juga mengaku tidak akan segan-segan membuka seluruh persoalan internal yang selama ini muncul layaknya api dalam sekam, karena berdampak kepada kondusifitas internal partai yang selama ini dijaganya.

 

“Jika menyangkut urusan internal, sebaiknya yang merasa berada diluar tidak melakukan intervensi, ini adalah urusan kami, kami hanya ingin menjaga marwah partai, kalau diteruskan tentu saya akan bertindak dan tidak menutup kemungkinan kami akan melalui jalur hukum,” tegasnya.

 

Mengaku telah memiliki bukti yang cukup, Syamsul juga bakal melakukan pengusutan secara tuntas terhadap siapapun yang terlibat, termasuk siapa sebenarnya yang menjadi aktor intelektual di belakangnya.

 

“Jika terpaksa, saya akan buka siapa sebenarnya yang bermain dibelakang gerakan itu, ini pasti saya lakukan, karena kami sudah memiliki bukti yang cukup,” pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group