• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

IPW: KEKACAUAN DI RUTAN BRIMOB SANGAT IRONIS

May 10, 2018

 

SbyMercuryFM - Kasus kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi tewas adalah tamparan keras untuk Brimob, Densus 88 dan Polri. Sebab peristiwa tragis ini terjadi di markas pasukan elit kepolisian.

Ind Police Watch (IPW) menyayangkan, kenapa Polri begitu lamban dalam mengungkapkan secara transparan kerusuhan di Rutan  Brimob, terutama tentang tewasnya lima polisi. Kelimanya sudah tewas sejak pukul 01.00 dinihari, tapi baru diumumkan pada pukul 16.00 dan sebelumnya kepolisian selalu mengatakan, tidak ada korban tewas dalam kekacauan itu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam siaran persnya menyatakan, sikap polisi yang tidak transpan ini sangat aneh.

 Sampai Rabu sore, polisi selalu mengatakan situasi sudah terkendali. Tapi faktanya, kata Neta, Rutan Brimob masih dikuasai tahanan teroris dan masih ada polisi yang disandera. Selain itu,165 tahanan teroris masih menguasai sekitar 30 senpi, yang sebagian besar laras panjang dan 300 amunisi.

Sementara, polisi belum berhasil memutus komunikasi para tahanan teroris dengan jaringan mereka di luar, dan sangat disayangkan kenapa para tahanan teroris itu bisa memiliki hp selama di tahanan.

 Dengan kondisi ini, IPW khawatir, jika kepolisian bertindak gegabah para tahanan teroris tersebut akan kembali menghabisi polisi yang menjadi sandera dan kemudian melakukan serangan bunuh diri. Sebab itu, kata Neta, IPW berharap kepolisian bisa bertindak profesional agar anggotanya tidak kembali menjadi korban keberutalan teroris. Jika polisi kembali tewas dalam peristiwa kekacauan di Rutan Brimob, para teroris merasa akan mendapat kemenangan besar. Inilah yang harus dicegah kepolisian. Sangat ironis tentunya, di saat Kapolri sedang berada di Jordania membuka pameran dan bicara tentang keberhasilan Indonesia tentang memberantas terorisme, justru Rutan Brimob tempat teroris ditahan dikacaukan dan para teroris berhasil membunuh lima polisi.  (rilis/foto by wikipedia)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us