• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TPID TERUS UPAYAKAN HARGA BAHAN PANGAN STABIL

May 25, 2018

 

Sby, MercuryFM - Pasokan bahan pangan strategis untuk momen Ramadan dan Lebaran terpantau aman. Meski demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur  tetap melakukan sejumlah langkah menjaga kestabilan harga. 

Stok komoditas pangan kita aman sampai dengan beberapa bulan ke depan,” tutur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Harmanta usai pertemuan dengan sejumlah anggota TPID Jawa Timur, termasuk diantaranya BULOG, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian serta Dinas Peternakan.

 

Dari data Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menunjukkan, sejumlah komoditas pangan terpantau mengalami surplus. Termasuk diantaranya beras dengan perkiraan produksi selama sub round I (Januari s.d. April 2018) ini sebesar 3.881.110 ton. Sementara kebutuhan kebutuhan selama empat bulan sebesar 1 .188.972 ton sehingga menciptakan surplus 2.692.138 ton yang mencukupi untuk kebutuhan sembilan bulan ke depan.

Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim panen gabah yang baru berakhir di bulan April lalu.

 

Sementara untuk jagung dengan produksi 1 .710.909 ton pipilan kering dengan kebutuhan konsumsi selama empat bulan sebesar 40.908 ton menciptakan surplus 1 .670.001 ton.Keperluan bawang merah selama empat bulan sebesar 35.960 ton dan perkiraan produksinya 1 13.584 ton, mencatatkan surplus 77.625 ton. Surplus tersebut cukup untuk kebutuhan 8,6 bulan ke depan.

Untuk cabai rawit merah, keperluan konsumsiselama empat bulan sebesar 1 5.636 ton dan perkiraan produksi 40.145 ton, mencatatkan surplus 24.51 0 ton. Sementara, kebutuhan cabai merah besar selama 4 bulan sebesar 14.044 ton tertutupi dengan produksi sebesar 19.239 ton yang menghasilkan surplus 5.195 ton.

 

Untuk bawang putih dan kedelai, masyarakat pun tak perlu khawatir karena pemerintah telah melakukan impor kedua komoditas tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga stok keduanya pun dipastikan aman.

Kendati stok mencukupi, TPID Jawa Timur menyadari bahwa harga sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan permintaan menjelang Ramadan. Kenaikan tersebut diyakini masih berada dalam batas wajar dan bahkan beberapa diantaranya mulai memperlihatkan kecenderungan menurun.

Sampai dengan tanggal 21 Mei 2018, berdasarkan pantauan harga SISKAPERBAPO, harga telur ayam ras yang selama beberapa waktu terakhir memperlihatkan kenaikan, kini mulai menurun.

 

”Berdasarkan historisnya, mendekati pertengahan bulan Ramadan harga telur ayam diperkirakan akan mengalami penurunan,” tutur Harmanta.

Harga daging ayam ras juga masih mengalami kenaikan, namun demikian data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa Stok daging ayam ras dan telur ayam ras tercatat aman.

Menyikapi potensi meningkatnya tekanan harga pada Ramadan dan menjelang Lebaran, T PID Jawa Timur secara proaktif melakukan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga, diantaranya Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) di sejumlah out/et Rumah Pangan Kita (RPK), pasar tradisional dan berbagai lokasi Iain.

 

Selain itu, dilakukan juga Operasi Pasar Mandiri, Pemberian OP Subsidi, Pasar Murah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, monitoring Stok dan pengawasan barang beredar, serta program angkutan mudik balik gratis untuk transportasi laut, bus, kereta api dan pengangkutan sepeda motor.

TPID Jawa Timur meyakini bahwa dengan sejumlah langkah yang diambil, inflasi Jawa Timur tetap akan dapat terkendali pada periode Ramadhan dan lebaran 2018.

Walaupun begitu, diperlukan kerjasama masyarakat untuk tetap dapat menjaga kestabilan harga.

 

”Walaupun pasokan tersedia namun ekspektasi konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat pada Ramadan dan menjelang Lebaran justru menjadi pemicu utama meningkatnya harga,” ujarnya.

Tanpa disadari, pola konsumsi yang berlebihan dan ekspektasi yang memicu kenaikan harga tersebut justru merugikan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak panic buying dan membeli barang secukupnya/sewajarnya, sehingga dapat meminimalisir potensi risiko spekulan dalam mempermainkan harga.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive