RIBUAN BURUH DI JATIM BELUM TERIMA THR

June 9, 2018

 

Sby,MercuryFM - 6 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Posko THR yang diinisiasi oleh YLBHI-LBH Surabaya bersama dengan FSPMI dan ABJ mencatat bahwa ada 2.479 laporan yang diterima.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur YLBHI-LBH Surabaya Wachid Habibullah, Sabtu (9/6/2018).

"Sebaran pelanggaran yang terjadi itu ada di 32 perusahaan yang terletak di 6 Kab/Kota di Jawa Timur. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Bojonegoro," kata Wachid.

"Seharusnya, pembayaran THR ini wajib diselesaikan oleh perusahaan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan," tambah pria yang juga akademisi hukum Universitas Trunojoyo Madura itu.

Menurut Wachid, sanksi untuk pelanggaran pembayaran THR bagi perusahaan sudah diregulasi secara sangat ketat.

"Mulai dari 5 persen denda dari jumlah yang harus dibayarkan hingga pencabutan ijin usaha sampai dengan tanggungan yang ada dibayarkan," jelas Wachid.

Untuk itu, Ia menegaskan bahwa YLBHI-LBH Surabaya bersama dengan FSPMI dan ABJ akan mendorong pemerintah untuk menegakkan regulasi soal THR. Hal itu senada dengan seruan yang dilontarkan oleh Jamaludin selaku Koordinator dari Aliansi Buruh Jatim (ABJ).

"Kami akan terus melakukan desakan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau perlu kami juga akan turun ke jalan. Karena apabila diselesaikan melalui pengadilan, justru akan memberatkan para pegawai atau buruh. Waktu yang dibutuhkan pun bisa sampai 3-4 tahun," cetus Jamal.

"Kami juga mendesak agar Kadisnaker Jatim dan Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Harus mulai sejak hari pertama puasa sudah mengawasi 100 perusahaan bermasalah.
Lalu setiap ada aduan harus langsung disidak saat itu juga," pungkas Jamal.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive