• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TALENTA DAN KREATIFITAS MASIH JADI KENDALA INDUSTRI KREATIF DI INDONESIA

July 2, 2018

 

 

Sby, MercuryFM - Talenta dan sisi kreatifitas masih menjadi persoalan terbesar industri kreatif di Indonesia. Hal ini seperti yang dikatakan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky J. Pesik.

 

Dikatakan Ricky industri kreatif di Indonesia masih mengalami defisit para pengembang yang tanggap terhadap digital ekonomi. Padahal, potensi industri kreatif ke depan sangat besar, melihat dunia sekarang sudah berubah secara visioner.

 

Belum lagi, basis ekonomi kreatif adalah licensing atau royalti yang menjadi nilai ekonomi terbesar dalam industri kreatif.

 

"Yang minat untuk bekerja di industri kreatif sebenarnya banyak. Akan tetapi, yang benar-benar ahli masih sedikit," kata Ricky di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (2/7/2018).

 

Ricky menjelaskan, hingga kini para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia yang sudah mendaftarkan hak kekayaan atas intelektual (HKI) masih sekitar 17 persen dari 16,9 juta pelaku ekonomi kreatif yang ada di Indonesia. "Jadi, ada sekitar 83 persen yang belum mendaftarkan. Padahal nilai dari HKI itu besar," imbuhnya.

 

Sebagai contoh di sektor Game, tercatat dari tahun 2015, nilai HKI sebesar USD 321 juta. Lalu, tahun 2016 menjadi USD 480 juta dan tahun 2017 naik menjadi USD 800 juta.

 

"Bisa jadi masalahnya, utamanya di para ukm kecil itu menganggap masih berat di biaya. Belum lagi proses yang lama hingga pembuatan dokumen yang masih belum paham," jelasnya.

 

Kendati begitu, Ricky menegaskan, Bekraf sebagai penjembatan untuk mewujudkan komitmen pemerintah supaya karya dari industri kreatif di Indonesia bisa di pasarkan baik secara nasional maupun internasional.

 

"Upaya yang kami lakukan, satu diantaranya melalui Bekraf Developer Day (BDD) 2018 ini. Melalui ajang ini, semua para pelaku ekonomi kreatif bisa sharing sekaligus bisa bertemu dengan para investor," terangnya.

 

Selain ajang seperti BDD 2018, lanjut Ricky, pihak Bekraf juga menyiapkan beberapa program seperti memberikan akses permodalan. Selain itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti terkait hak kekayaan atas intelektual (HKI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Intelektual.

 

"Sebab, jiwanya ekonomi kreatif itu berada di HKI bukan melahirkan produk secara fisik. Dan kami juga akan menekankan dan menindaklanjuti terkait sertifikasi profesi," lanjutnya lagi.

 

Sementara itu, Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan ada 200 startup baru yang terbentuk.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags