• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

MUNCUL KELOMPOK DUKUNG YUSRIL IHZA MAHENDRA RI 1 PILPRES 2019 DI JATIM

July 10, 2018

 

SURABAYA, MercuryFM - Sosok Yusril Ihza Mahendra (YIM) mulai ramai dibicarakan sebagai sisok calon Presiden di Pilpres 2019 mendatang. Bahkan di Jatim mulai muncul dukungan untuk ketua umum Partai Bulan Bintang ini.

 

Ini tampak di Kabupaten Situbondo, dimana Aliansi Buruh, Petani, dan Mahasiswa dari Kabupaten Situbondo, mendeklarasikan dukungan untuk pria yang juga pakar hukum ini, agar maju dalam pencalonan presiden 2019. Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Senin (09/07/2018).

 

”Pengalaman Yusril Ihza Mahendara sudah teruji. Pernah menjadi menteri, serta punya kemampuan dalam ilmu tata negara yang menjadi modal untuk bisa menata negeri ini lebih baik,” ujar Erianto Ridwan, salah seorang deklarator dukungan tersebut.

 

Menurutnya, Yusril juga dinilai mempunyai kecakapan dan kompetensi dalam menuntaskan sejumlah permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan perpecahan umat.

 

”Beliau juga mempunyai jaringan luas di tingkat global untuk membawa negeri ini disegani dalam percaturan politik dunia,” imbuh Erianto.

 

Untuk mengonkritkan dukungan ini, gabungan petani, buruh, dan mahasiswa Situbondo bakal semakin rajin bergerak menggalang dukungan serta menyosialisasikan rekam jejak Yusril. 

 

”Kami ingin membuka perspektif baru di masyarakat bahwa negeri kita butuh perbaikan. Tidak cukup kita dibuat terlena dengan beragam model pencitraan,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, gabungan tiga elemen masyarakat itu juga mengkritisi beragam aturan pemilu yang berlawanan dengan nilai-nilai demokrasi. Misalnya, soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen.

 

”Regulasi itu tidak memberikan alternatif pilihan calon pemimpin negeri ini. Rakyat hanya disuguhkan kekuatan yang sama, seolah-olah rakyat tak berhak menghadirkan calon pemimpin alternatif,” ujarnya.

 

Erianto juga menambahkan, mempersempit ruang kesempatan kepada calon-calon presiden untuk mencalonkan diri adalah bentuk nyata tindakan koruptif terhadap demokrasi. 

 

"Ironisnya, hal itu diamini oleh partai-partai penyokong oligarki kekuasaan yg pada hakekatnya partai-partai tersebut telah mencederai amanah dan aspirasi konstituen untuk mendapatkan calon presiden dengan ragam kemampuan yang mumpuni," pungkasnya. (ari)

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload