MENSARJANAKAN PEMUDA JATIM DITENGAH REVOLUSI INDUSTRI 4.0

July 13, 2018

 

Sby,MercuryFM - Sebagai negara dengan bonus demografi besar, Indonesia perlu untuk lebih mempersiapkan SDM yang ada ditengah revolusi industri 4.0. Terutama bagi generasi muda sebagai tonggak utama bonus demografi di tahun 2020.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Ridwan Hisjam, di acara STIE IBMT Reborn yang bertajuk "Mensarjanakan Pemuda Jawa Timur Terjangkau dan Berkelas Internasional", Jumat (13/7/2018).

"Para pemuda ini perlu untuk bersiap-siap. Ada banyak yang harus dimatangkan dalam mempersiapkan daya saing mereka dalam revolusi industri 4.0 ini," kata Ridwan Hisjam.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI ini, persiapan yang harus dilakukan harus sangat matang dan terukur.

"Ini karena revolusi industri 4.0 jauh berbeda dengan revolusi industri yang sudah terjadi lebih dulu," jelasnya.

"Kalau revolusi industri pertama sampai ketiga ini, hanya teknologi lah yang berkembang. Tapi, untuk revolusi industri 4.0 ini SDMnya juga harus dikembangkan. Kalau tidak, justru malah bisa akan termakan oleh teknologi yang terus berkembang ini," tambah Ridwan Hisjam.

Di sisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar untuk Regional Jawa Timur ini turut menggarisbawahi bahwa peran serta pemerintah dalam penguatan SDM pemuda sangat penting adanya.

"Karena tidak bisa kalau anak-anak muda saja. Dari pemerintah juga harus bergerak. Caranya bagaimana? Masing-masing Kementerian harus menjadikan program pengembangan yang ada memiliki target orientasi yang berputar di lingkup para pemuda. Misalkan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi ini fokus pertamanya adalah para pemuda, lalu begitu juga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Jadi bukan hanya Kementerian Pemuda dan Olahraga saja," pungkas Ridwan Hisjam.

Pada kssempatan yang sama, Ketua STIE IBMT Surabaya Imam Wijoyo memastikan bahwa lembaga yang Ia pimpin sudah mempersiapkan para mahasiswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Yang kami siapkan ini adalah terkait soft skill. Jadi mereka tidak hanya kami persiapkan secara disiplin ilmu. Tapi aplikasinya. Agar ilmu yang mereka miliki nantinya bisa diaplikasikan dan tidak menjadi sia-sia karena bekerja tidak sesuai disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah," kata Imam.

STIE IBMT Reborn ini digelar menandai serah terima pengelolaan yayasan lama kepada yayasan baru dengan Ketua Dewan Pembina STIE IBMT Surabaya Dr. Ilyas Indra.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group