5 PARPOL DAFTARKAN BACALEG UNTUK SURABAYA

July 16, 2018

 

Sby,MercuryFM - KPU Kota Surabaya baru menerima pendaftaraan bakal calon legisltif (bacaleg) oleh 5 partai politik peserta pemilu, meski masa pendaftaran bakal berakhir Selasa 17/07/2018.

 

5 partai yang mendaftarkan bacalegnya itu antara lain Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Nurul Amalia Divisi Teknis Komisioner KPU Surabaya mengatakan, Bacaleg yang didaftarkan ke lima partai tersebut yaitu Perindo 50, PSI 22, PKB 50, Hanura 49 dan PKS 50.

 

“Bagi partai yang belum mendaftar bisa konsultasi, agar bisa manfaatkan waktu yang pendek, sehingga cukup waktu bilamana ada berkas pencalonan yang perlu diperbaiki,” kata Nurul Senin 16/7/2018.

 

Nurul menambahkan, kalau ada Bacaleg yang berkasnya belum lengkap, bisa dilengkapi pada masa perbaikan yakni pada tgl 22-31 Juli 2018.

 

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Nur Syamsi, menegaskan bahwa KPU Kota Surabaya tidak akan menerima pendaftaran Bacaleg setelah tanggal 17 Juli 2018 pukul 24.00.

 

“Hingga pukul 16.00 sore tadi, KPU Kota Surabaya hanya menerima empat daftar caleg dari PKB, Perindo, SPI dan Hanura sedangkan 12 partai belum mengajukan nama-nama bacaleg, dan hanya sebatas konsultasi terkait penambahan bacaleg,” tegas Nur Syamsi.

 

Nur Syamsi juga menambahkan, aturan menyebutkan bahwa dari 50 bacaleg partai harus ada 30 persen perwakilan dari wanita. Bila tidak ada keterwakilan wanita, maka pendaftaran dinyatakan gugur, alias tidak bisa mengikuti pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 mendatang.

 

“KPU Kota Surabaya, akan menerima jumlah kecil maupun besar bacaleg yang diajukan partai, asalkan memenuhi syarat keterwakilan perempuan,” pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive