• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PT MOLINDO RAYA INDUSTRIAL LAKUKAN MOU DENGAN UM TERKAIT RISET PENGOLAHAN LIMBAH

July 16, 2018

 

Malang, MercuryFM -  PT Molindo Raya Industrial (MRI) selaku produsen industri ethanol, terus berupaya melakukan peningkatan pemanfaatan pengelolaan limbah pabrik. Satu di antara upaya yang dilakukan ialah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) terkait riset pengolahan dan pemanfaatan limbah yang berlangsung selama tiga tahun.

 

Kerja sama dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM dengan MRI, Senin (16/7/2018). Penandatanganan kerja sama diwakili Rektor Universitas Negeri Malang, Rofi'uddin dan Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata.

 

Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata mengatakan kerja sama tersebut lebih berfokus pada proses teknologi industri alkohol, gula atau asam organik, dan teknologi pengolahan limbah. "Kajian risetnya sebenarnya sudah berjalan dan kami menggandeng para akademisi ini sebagai partner untuk meningkatkan pemanfaatan limbah pabrik, terutama limbah cair," kata Arief Goenadibrata usai penandatangan MoU, Senin (16/7/2018).

 

Dikatakan Arief, dalam sehari Molindo menghasilkan sebanyak 1,2 juta liter limbah cair. Limbah cair tersebut jika dilakukan pembakaran bisa dijadikan pupuk untuk lahan tebu. Sementara energi yang dibakar bisa menghasilkan listrik 4,9 MW.

 

"Yang jelas kami tidak berhenti sampai di situ saja, maka dari itu kerja sama dengan UM ini untuk riset hasil pemanfaatan limbah cair itu bisa apa saja. Misal, pakan ternak atau sesuatu yang bermanfaat bagi CSR atau segi bisnis," jelas Arief.

 

Sementara itu, Kepala Laboratorium Mineral dan Material Maju UM, Fachtur Rohman, menambahkan, riset pemanfaatan pengolahan limbah pabrik akan ditunjang dengan fasilitas maupun teknologi yang ada di Laboratorium UM.

 

"Kami akan melihat apa saja yang masih bisa dikembangkan dari limbah cair itu. Misal bisa dibuat pakan ternak atau karbon untuk penyimpan energi atau yang kerap disebut aki atau juga energi pengganti yang bisa menekan penggunaan batu bara hingga 70 persen," terangnya.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive