• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

4 SRIKANDI KEBANGKITAN PEREMPUAN VERSI THE INITIATIVE INSTITUTE

July 19, 2018

 

SURABAYA, MercuryFM - Ada beberapa perempuan di negara ini yang saat ini menjadi aktor utama dalam kegiatan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam kegiatan politik. 

 

Bahkan keberadaan perempuan dalam bidang politik di era Millenial ini cukup fenomenal dan mewarnai jalannya roda pemerintahan.  

 

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai para perempuan saat ini perannya sangat signifikan. Mereka yang awalnya hanya sub ordinat atau unsur pendukung,  kini justru menjadi peran utama sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan. 

 

"Istilah kekiniannya The Power of Emak-Emak. Ini bukan hanya sekedar emansipasi perempuan tapi kebangkitan perempuan, " ujar CEO The Initiative institute dalam dialog bertema Kepemimpinan Srikandi-Srikandi Dalam Panggung Politik di Gedung A FISIP Unair, Kamis (19/07/2018).

 

Menurut Airlangga , The Iniatiative Institute melihat dan mengamati ada empat tokoh perempuan yang kiprahnya sangat mewarnai dalam kehidupan bermasyarakat.  Kiprah mereka juga selalu menyedot perhatian dan menjadi konsumsi berita publik. 

 

Mereka itu adalah,  Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Susi Pudjiastuti  (Menteri Kelautan dan Perikanan) serta Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim terpilih). 

 

"Kempat figur ini sudah terbukti kapabilitas dan pengaruhnya dalam dunia politik. Namun Khofifah punya nilai plus, karena memiliki basis massa," imbuh dosen FISIP Unair tersebut. 

 

Sementara itu,  Dwi Astuti dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri)  Surabaya melihat,  kebangkitan perempuan dalam politik atau ThebPower of Emak-Emak sangat terasa di Jawa Timur.

 

"Terbukti dari 18 Pilkada kemarin di Jatim plus Pilgub,  ada tujuh perempuan yang terpilih menjadi kepala daerah. Satu diantaranya Khofifah Indar Parawansa yang terpilih menjadi Gubernur Jatim periode 2019-2024" ujarnya.

 

Dwi menambahkan,  mayoritas perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah berasal dari ormas Muslimat NU. Jumlah itu akan bertambah bila dihitung kader Muslimat NU yang terpilih pada Pilkada 2015. Karena itu,  bisa disimpulkan kebangkitan perempuan berdampak positif pada kebangkitan Muslimat NU.

 

"Kebangkitan perempuan dalam kancah politik di Jawa Timur juga merupakan kebangkitan Muslimat NU, yang tak lepas dari Khofifah Effect," tutur politisi perempuan NU ini.  (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!