• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

BNN ungkap TPPU Narkotika bernilai milyaran yang melibatkan jaringan lapas

July 31, 2018

Sby, MercuryFM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika yang melibatkan jaringan Lapas, dengan total nilai aset mencapai Rp 24.000.000.000.

Dari kasus ini, petugas menetapkan 5 (lima) orang sebagai tersangka, yaitu AW alias KW, Army Roza alias Bobi yang berstatus narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang, Ali Akbar Sarlak warga negara Iran yang juga berstatus narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang), TTAa alias SE, dan LB.

Kasus ini berawal dari diungkapnya kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan Juvictor Indraguna alias Victor Indraguna dengan barang bukti berupa 8,3 Kg shabu pada 4 Maret 2017 lalu.

Dari kasus tersebut PPATK dan Direktorat TPPU BNN kemudian melakukan pendalaman serta penyelidikan dan berhasil mengungkap transaksi aliran dana yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika.

"Modus operandi pencucian uang yang dilakukan oleh para tersangka antara lain dengan menggunakan perusahaan money changer dan perusahaan yang bergerak di bidang emas dan tembaga yang merupakan perusahaan fiktif untuk memudahkan melakukan transaksi keuangan antara para tersangka.

Salah satu tersangka, yaitu TTA alias SE bahkan membuat identitas palsu dengan nama SE untuk membuka rekening di salah satu bank yang kemudian digunakan kekasihnya, yaitu ALI AKBAR SARLAK, untuk melakukan transaksi perputaran uang hasil bisnis narkotika tersebut" ujar Kepala BNN Komjend Pol Drs. Heru Winarko saat melakukan konferensi pers di Jl.Mulyosari Utara 65 Surabaya rumah dari salah satu tersangka.

 

Dalam konferensi pers itu turut hadir Direktur TPPU Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Bahagia Dachi, Deputi Pemberantasan BNN Irjend Pol. Arman Depari, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, Direktur Analis Transaksi PPATK Aris Priyatno dan Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Drs. Bambang Budi Santoso.

Para tersangka terancam Pasal 3, 4, dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Pengungkapan kasus TPPU ini membuktikan bahwa menangkap dan mengamankan bandar Narkoba di dalam penjara tidak serta merta menghentikan bisnis narkotika. Oleh karena itu dalam pengungkapan kasus tindak pidana narkotika, BNN kerap menjerat tersangka dengan TPPU dengan tujuan memiskinkan bandar agar mereka tidak dapat lagi melanjutkan bisnis Narkoba.

"Terhitung sejak Januari hingga Juli 2018, BNN telah mengungkap 15 kasus TPPU dan 22 tersangka dengan nilai aset mencapai Rp 127.099.503.874" pungkas Heru Winarko.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menambahkan kalau pihaknya mendukung kerjasama yang dilakukan BNN dalam pengungkapan jaringan pengedar narkoba didalam Lapas.

"Kami membuka pintu seluas-luasnya dan mendukung program yang dilakukan oleh BNN dalam memerangi pidana narkotika dan psikotropika" ujar Sri Puguh Budi Utami.

Sri Puguh menambahkan kecepatan dan ketepatan bertindak merupakan bukti untuk mempercepat perang terhadap tindak pidana Narkotika. (Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive