• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dipertanyakan halalnya, imunisasi dibolehkan MUI

August 3, 2018

 

Sby,MercuryFM - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso menjelaskan masalah halal tidak halal vaksin sudah diteliti pakar dunia termasuk WHO.

 

Imunisasi vaksin MR lanjutnya tidak hanya dilakukan di Indonesia namun juga sudah dilakukan penduduk muslim lainnya termasuk Arab Saudi. Di Indonesia diakuinya vaksin MR belum tersertivikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

"MUI memang belum mengeluarkan halal atau haram, tapi tindakan imunisasi dibolehkan oleh MUI. Vaksin perlu penelitian MUI untuk menyatakan halal, produsen dan MUI perlu melakukan itu juga.

 

Di Jatim pelaksanaan vaksin MR menunjukkan trafik menggembirakan. Pihaknya mencatat 8,7 juta lebih anak di Jatim telah mendapatkan imunisasi campak dan rubela atau measles-rubella (MR).

 

"Imunisasi ini manfaatnya banyak, di Jatim sudah dilakukan dan hasilnya sudah dirasakan, rubela sangat jauh terkendali," terangnya.

 

Kohar menambahkan produsen vaksin itu sebenarnya sudah menyampaikan kalau vaksin aman dan tidak menunjukkan indikasi halal dan haram.

 

" Tapi kita harus tahu sertivikat halal haram suatu produk barang dari MUI," paparnya.

 

Kohar mengakui ada daerah yang masih menolak pelaksanaan imunisasi. Itu tentu saja dapat berpengaruh dengan apa yang diprogramkan pemerintah terkait sasaran capaian imunisasi.

 

"Kalau di masyarakat berkembang pemahaman polemik halal haram itu bisa mengurangi capaain sasara. imunisasi. Karena ada opoini bisa mengganggu capaian imunisasi," terangnya.

 

"Jadi Kalau terjadi atau area belum tercover imunisasi berarti ada masyarakat yang anti bodinya bisa terganggu dan dapat terserang penyakit," pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Sea