• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Satu lagi Wakil Ketua DPRD Surabaya diperiksa dalam perkara Jasmas

August 6, 2018

 

Sby, MercuryFm - Satu persatu anggota DPRD Surabaya jadi terperiksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2016 dalam bentuk Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas).

 

Kali ini senin (6/8/2018) giliran Ratih Retnowati diperiksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Terak.

 

Wakil Ketua DPRD Surabaya ini datang memenuhi panggilan Kejari Tanjung Perak sekitar pukul 09.00 wib.

 

Tepat pukul 11.30, Ratih tampak keluar dari ruang pidsus. Melihat ada sejumlah wartawan menunggu di depan ruang penyidik, Ratih bergegas masuk kembali ke ruang penyidik.

 

Ratih masih enggan berkomentar saat sejumlah wartawan menerobos masuk ruang penyidik.

 

" Nanti mas...masih istirahat, nanti dilanjutkan lagi." Ujar ratih lirih.

 

Pasca pemeriksaan kepada Ratih, Kejari Tanjung Perak sudah memeriksa 2 wakil ketua DPRD Kota Surabaya yang sebelumnya Darmawan. Sementara 4 anggota dewan juga sudah diperiksa. Status mereka masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu.

 

Kasus ini berawal dari pengusaha berinisial 'ST' yang merupakan teman kuliah dari oknum Anggota DPRD Kota Surabaya bernisial 'D'.

 

Melalui D inilah para oknum legislator lainnya akhirnya mengikuti ST  untuk mempromosikan program pengadaan terop, kursi, meja dan sound system tersebut ke para kepala RT dan RW di Surabaya.

 

Untuk menjalankan program itu, sejumlah wanggota dewan melibatkan  konstituennya dengan mengajak ketua RT dan RW agar mau bekerjasama.

 

Dalam menjalankan aksi tersebut pengusaha 'ST' tidak berjalan sendirian, ia di bantu tiga rekannya.

 

Sejak pengajuan proposal hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah dikonsepkan oleh 'ST' bersama tiga rekannya. Para ketua RT dan RW hanya tahu beres dan menerima fee sebesar 1 hingga 1,6 persen dari 'ST'.

 

Sebelum dugaan penyimpangan ini ditangani Kejari Tanjung Perak, ternyata kasus ini juga pernah diperiksa oleh Inspektorat Pemkot Surabaya. Dan hasilnya cukup mengejutkan.

 

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Inspektorat dengan jelas menyebut adanya perbuatan pidana pada pengadaan terop, kursi, meja dan sound system yang dicairkan dari dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya periode tahun 2016.

 

Penyidikkan penyelewangan dana Jasmas ini mulai dilakukan pada 8 Februari 2018 lalu, berdasarkan surat perintah yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH, MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018.(alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive