• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pansus DPRD Surabaya setujui perubahan nama jalan

August 7, 2018

 

Sby,MercuryFM - Pansus Raperda Perubahan Nama Jalan dan Sebagian Ruas Nama Jalan DPRD Surabaya menyetujui perubahan sebagian nama jalan di Dinoyo dan Gunungsari, seperti yang diusulkan Pemprof Jatim. Wakil Ketua Pansus, Agustin Poliana, Senin (6/8/2018) menyampaikan, bahwa pansus telah melaporkan hasil pembahasan perubahan nama jalan dan sebagian ruas nama jalan ke banmus, berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan, Sabtu (4/8/2018).

 

“Kemarin ada beberapa catatan yang harus dijalankan pemerintah kota dan Pemerintah provinsi,” ujarnya.

 

Agustin menyebut, rekomendasi Pansus Raperda Perubahan nama jalan dan sebagian ruas nama jalan ada 8 poin. Sejumlah poin tersebut, pertama, perubahan judul dari perubahan nama jalan menjadi perubahan sebagian ruas nama jalan. Kedua, Pemprof Jatim menjalankan kewajibannya sesuai yang disepakati dalam Pansus. Ketiga, Warga terdampak diberi pelayanan khusus dan kemudahan dalam pengurusan administrasi, meski melebihi batas waktu.

 

“Keempat, Dokumen administrasi diantaranya KTP, KSK, SIM, Sertifikat Tanah dan BPKB dan lainnya hendaknya mendapatkan pelayanan prioritas,” paparnya

 

Agustin menambahkan, poin rekomendasi kelima, Semua beban biaya akan ditanggung pemerintah provinsi. Keenam, pembentukan sekber dan call center di kecamatandan kelurahan. Ketujuh, Pemprof Jatim dan Pemkot Surabaya harus menjamin keabsashan administrasi dokumen seperti semua dan Kedelapan, pasca disetujui pansus, DPRD Surabyaa dorong Pemprof dan pemkot agar aktif melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi warga terdampak.

 

Ia mengungkapkan, alasan kalangan dewan menyetujui perubahan sebagian nama jalan Dinoyo menjadi Jalan Pasundan dan Jalan Gunungsari menjadi Prabu Siliwangi, salah satunya karena Jalan Gunungsari merupakan jalan Provinsi. Namun, karena letaknya berada di Kota Surabaya. Maka, gubernur meminta persetujuan dari Walikota Surabaya.

 

“Tapi karena dalam pedoman, perubahan nama jalan harus mendapat persetujuan DPRD, sama walikota surat gubernur dikirim ke DPRD,” katanya

 

Mengenai pengunduran diri Ketua Pansus, Fatchul Muid, Agustin Poliana menyampaikan, bahwa pengunduran diri dilakukan setelah pembahasan Raperda selesai. Namun, ia menilai pengunduran diri tersebut tak elok dilakukan, kecuali proses tersebut dilakukan di tengah perjalanan.

 

“Nunggu diparipurnakan pengunduran dirinya, kemudian pimpinan menunjuk lainnya. Karena penunjukkan itu sudah melewati banmus dan paripurna,” ujar Politisi PDIP

 

Menanggapi alasan pengunduran dirinya, Fatchul Muid menyampaikan, bahwa pengunduran dirinya sebagai ketua pansus dilatari penolakan masyarakat atas perubahan nama jalan. Sementara, kalangan dewan justru bersikap sebaliknya. Politisi Partai Nasdem ini mengungkapkan, penolakan perubahan nama jalan tak hanya disampaikan oleh warga terdampak. Sejumlah veteran yang dulunya tergabung dalam barisan tentara pelajar “Mastrip” , Senin (6/8) mendatangi dirinya juga menyampaikan penolakan itu.

 

“Karena di gunung Sari memiliki sejarah sebagai tempat pertempuran di era perjuangan kemerdekaan,” katanya. (Alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive