• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

4 Mahasiswa Beswan Djarum Region Surabaya maju di tingkat Nasional

August 16, 2018

 

4 Mahasiswa Beswan Djarum Region Surabaya maju di tingkat Nasional 

 

Sby, MercuryFM - Program Djarum Beasiswa Plus memberikan berbagai keterampilan lunak atau soft skills guna menyerasikan pencapaian akademik mahasiswa berprestasi di bangku kuliah. Beragam soft skills ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang cakap secara intelegensia maupun emosional.

Untuk mempraktikkan soft skills yang telah diberikan kepada Beswan Djarum (sebutan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus), Djarum Foundation menyelenggarakan Writing Competition. Dilakukan di Surabaya pada Rabu, 15 Agustus 2018, program kompetisi tahunan ini ditujukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan para Beswan Djarum menuangkan ide dan gagasan mereka ke dalam sebuah tulisan yang inovatif dan kreatif. 

“Writing Competition Beswan Djarum merupakan salah satu program Djarum Beasiswa Plus yang memfasilitasi penerima beasiswa kami untuk berpikir kritis terhadap berbagai permasalahan bangsa dan menuangkan gagasannya dalam bentuk esai berdasarkan keilmuan yang ditekuninya. Serta mempresentasikan hasil olah-otak tersebut dalam sebuah presentasi singkat,” ujar Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Laksmi Lestari.

Lebih lanjut, Laksmi menuturkan bahwa Writing Competition merupakan program lanjutan dari dua soft skills utama yang telah diberikan kepada Beswan Djarum 2017/2018 yakni Character Building serta Leadership Development. Mereka telah mendapat pembekalan karakter serta kepemimpinan menjadi sosok pemimpin yang visioner, komunikatif serta membawa pengikutnya menuju perubahan yang lebih baik.

Pada Final Regional Writing Competition di Surabaya ini, Djarum Foundation melakukan proses penjurian presentasi terhadap 10 finalis Beswan Djarum 2017/2018 yang lolos penjurian kualitas penulisan. Mereka adalah Ahmad Riyadh Al Faathin (Teknik Informatika – Universitas Brawijaya), Celine Christina Handoko (Teknologi Pangan – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya), Miftahul Jannah HS (Teknik Kimia – Universitas Musilim Indonesia), Ignatius Suryo Wicaksono (Teknik Informatika – Universitas Brawijaya), Maria Wahyu Daniar (Kimia – Institut Sepuluh Nopember Surabaya), Vidonqi Aizin Mariri (Manajemen – Universitas Muhammadiyah Malang), Dwi Sari Puspaningtyas (Ilmu Gizi – Universitas Brawijaya), Deli Dewi Rochmawati (Agribisnis – Universitas Trunojoyo), Aulia Rizki Nurania (Ilmu Hubungan Internasional – Universitas Airlangga), dan Remy Maulinda Rahmawati Subroto (Teknik Material dan Metalurgi -  Institut Sepuluh Nopember Surabaya). 

Karya mereka mewakili 2 (dua) kategori yakni Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Untuk memperebutkan 4 (empat) “tiket” menuju tingkat Nasional di hadapan 3 (tiga) juri yang mewakili bidang akademis, dunia jurnalistik hingga praktisi bisnis.  

Mereka yang dipercaya untuk menilai kualitas esai dan presentasi para finalis adalah Dosen Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT, Isa Ansori dari Radio Suara Surabaya serta Rizki Aris Yunianto, S.T yang merupakan Beswan Djarum 2010/2011 lulusan Teknik Elektro ITS yang juga pengusaha CV Sego Njamoer.

Bambang Sampurno yang sudah tiga tahun berturut-turut menjadi juri Writing Competition menuturkan, kompetisi menulis inovatif dan kreatif ini merupakan cerminan bagi para mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. 

“Writing Competition Beswan Djarum merupakan ajang penting untuk  menguji kemampuan kognitif mahasiswa terhadap permasalahan yang muncul. Tentunya, karya para Beswan Djarum ini merupakan kolaborasi antara pengetahuan yang mereka dapat di kampus dengan soft skills yang diterima selama mengikuti program beasiswa ini, terutama dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap Tanah Air. Sehingga diharapkan, para Beswan Djarum nantinya memiliki bekal yang kaya dalam menyongsong masa depan,” ungkap Bambang.

Pada Final Regional Writing Competition di Surabaya ini, empat Beswan Djarum terpilih sebagai pemenang adalah:

Kategori Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial

Dwi Sari Puspaningtyas – Jurusan Ilmu Gizi Universitas Brawijaya. Judul karya tulis: Foodways: Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Memanfaatkan Sisa Makanan Sebagai Upaya Mencapai Ketahanan Pangan Indonesia Tahun 2025.
Aulia Rizki Nurania – Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Judul karya tulis: Penyediaan Audio Book Bagi Tunanetra untuk Meningkatkan Literasi Kota Surabaya.

Kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Maria Wahyu Daniar – Jurusan Kimia Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Judul karya tulis: Fortifikasi Kuersetin Dari Ekstrak Bawang Bombay Pada Beras Pecah Kulit (Beras Cokelat).
Celine Christina Handoko – Jurusan Teknologi Pangan Universitas Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Judul karya tulis: Permen Karet Kulit Buah Semangka, Solusi bagi penderita Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia.
Maria Wahyu Daniar, salah satu pemenang di kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memaparkan alasan dirinya tertarik mengikuti kompetisi karya tulis ini. 

“Bagi saya, Writing Competition adalah ajang di mana saya bisa menguji keterampilan yang saya terima, baik selama kuliah maupun saat mengikuti pembekalan soft skills di Djarum Beasiswa Plus. Ternyata responnya positif karena saya menang dan dipilih juri untuk melaju ke Final Nasional,” ujar perempuan kelahiran Banyuwangi, 28 April 1998 ini. 

Perlu perjuangan bagi Maria hingga hasil karya tulisnya memenangkan Final Regional Writing Competition di Surabaya ini. Selain harus mencari literatur tentang penyakit diabetes dan kegunaan ekstrak bawang Bombay, Maria juga harus menyusun materi presentasi yang bisa menjelaskan gagasannya tersebut.

“Literatur yang saya temukan itu, ekstrak bawang Bombay sudah pernah dipakai untuk roti. Sementara kultur masyarakat Indonesia adalah nasi sebagai sumber makanan pokok. Hal ini yang berusaha saya gabungkan dalam karya tulis,” Maria menjelaskan.

Sementara itu, gagasan inovatif juga datang dari pemikiran Dwi Saripuspaningtyas yang menuliskan karya tulis berjudul Foodways: Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Memanfaatkan Sisa Makanan sebagai Upaya Mencapai Ketahanan Pangan Indonesia Tahun 2025. Ide ini muncul setelah Dwi melihat ironi di tengah masyarakat, di mana banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan gizi.

“Sebenarnya ini ide lama yang sudah saya pendam. Ketika ada Writing Competition ini, saya kemudian bergerak mencari data dan literatur untuk menghasilkan sebuah solusi bagi masalah yang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” tandas Dwi.

Kompetisi tahun ini dibuka bagi 500 Beswan Djarum 2017/2018 yang berasal dari 90 Perguruan Tinggi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pada prosesnya, karya tulis mereka diseleksi oleh dewan juri masing-masing regional (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya). Adapun Final Nasional akan dilangsungkan pada 3-4 September 2018 di Jakarta. (Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive