Persoalan Dispendik bukan hanya Bopda SMP Swasta


Sby,MercuryFM - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Junaidi, mendukung keinginan Dewan memanggil Dinas Pendidikan Kota Surabaya terkait persoalan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) Kota Surabaya untuk SMP swasta.

"Keinginan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji memanggil Dispendik Surabaya merupakan langkah tepat, karena Komisi D memiliki banyak catatan kinerja Dispendik Surabaya terkait permasalahan pendidikan. Apalagi saat ini pemkot akan melakukan audit Bopda SMP swasta di tengah permasalahan banyaknya SMP mengalami kekurangan siswa" ujarnya.

Politisi yang juga ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Surabaya ini menegaskan, audit Bopda SMP swasta itu bukan menjadi solusi permasalahan yang sedang dialami ratusan SMP swasta yang kekurangan siswa. Melainkan sebuah langkah reaktif pemkot dikarenakan belum mampu memberikan solusi penyelesaian.

Junaedi menambahkan dalam pemanggilan Dispendik Surabaya nantinya, Komisi D akan serius mengevaluasi kinerja OPD itu. Sebab banyak menyimpan persoalan, seperti soal UNBK yang

bocor, proses PPDB yang membuat 70 persen SMP swasta kekurangan siswa, prestasi pendidikan Surabaya kalah dengan daerah lain disetiap tahunnya ditambah audit bopda SMP swasta.

"Selama ini komisi D kesulitan dalam memanggil Dispendik Surabaya" keluh Junaidi.

Junaidi menyinggung alokasi anggaran di APBD 2018 Kota Surabaya untuk pendidikan yang mencapai Rp 1 triliun. Anggaran yang begitu besar itu seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pemkot Surabaya lewat dinas terkait, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Sehingga bisa menorehkan prestasi bukan malah menuai permasalahan.(Alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square