• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

BNNP Jatim bongkar jaringan narkoba Lapas Porong dan Tanjung Pinang

August 24, 2018

 

Sby,MercuryFM - Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jatim menangkap dua komplotan pengedar narkoba jaringan lapas Porong dan lapas Tanjung Pinang Batam. Pengungkapan ini dilakukan sejak 18 Juli sampai 2 Agustus 2018.

 

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNNP Jatim mengatakan, dua komplotan jaringan ini dikendalikan seorang bandar dari dalam lapas.

 

Komplotan pertama yang berhasil ditangkap adalah jaringan yang dikendalikan oleh bandar yang berada di lapas Porong. Berikut mengamankan 1,1 kilogram sabu-sabu dari tangan dua tersangka kurir berinisial AL dan JP. Mereka ditangkap pada Jumat (20/7/2018) pukul 15.30 WIB di halaman depan losmen Syariah Jalan Raya By Pass Juanda, Sedati, Sidoarjo. Kedua tersangka ditangkap pada saat melakukan transaksi narkortika jenis sabu.

 

"Tersangka AL merupakan warga Batam yang mendapat perintah dari seorang bandar berinisial RD untuk mengirim Sabu ke Surabaya. Sedangkan JP disuruh seorang bandar IR yang berada di lapas Porong untuk menerima barang tersebut," kata Bambang, Jumat (24/8/2018).

 

Komplotan kedua, ditangkap pada Kamis (2/8/2018) pukul 12.30 WIB di samping kiri halaman Indomart Jalan Raya Diponogoro 209 Darmo. Kec Wonokromo, Surabaya. Tersangka yang ditangkap berinisial Al, ED dan IS.

 

"Ketiga tersangka ditangkap pada saat melakukan serah terima barang berupa narkotika jenis sabu seberat 3 bungkus plastik dengan berat brutto 356,42 gram," kata Bambang.

 

Selanjutnya, petugas BNNP melakukan penggeledahan di kamar hotel yang ditempati tersangka Al dan ED yaitu di kamar Nomor 901 Great Hotel Diponogoro, Surabaya. Dari hasil penggeledahan aparat kembali menemukan barang bukti Sabu sebanyak 5 bungkus dengan berat brutto 526,64 gram, yang disembunyikan diatas lantai ditutupi kantong plastik dan sepasang sepatu milik tersangka. 

 

Tersangka Al mengakui mendapatkan barang Narkotika jenis Sabu dari atasannya berinisial RD Lapas Tanjung Pinang, Batam. Tersangka diperintah untuk menyerahkan barang Narkotika jenis Sabu tersebut kepada tersangka IS yang disaksikan oleh teman wanitanya bernama ED.

 

"Tersangka dijanjikan akan diberi upah oleh atasannya RD sebesar Rp8 juta per 100 gramnya dan tersangka sudah menerima upah untuk biaya selama dalam perjalanan ke Surabaya sebesar Rp1.5 juta," ujar Bambang.

 

Sementara tersangka IS mengakui telah menerima barang Narkotika jenis Sabu dari tersangka Al atas suruhan temannya sewaktu di Lapas Porong yang bernama AR. Tersangka IS dijanjikan akan diberi upah oleh AR sebesar Rp1 juta per 100 gramnya. 

 

Bambang mengatakan, para tersangka terancam Pasal Tindak Pidana Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload