• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Asal ngga neko-neko, atlet bisa menjadi jaminan hidup

August 30, 2018

 

Sby, MercuryFM - Dunia olahraga sedang Hype di masyarakat Indonesia , karena torehan prestasi yang luara biasa dari para atlet yang berjuang sampai titik darah penghabisan demi memberikan yang terbaik untuk merah putih. Dan memang bagi sebagian orang atau masyarakat memilih menjadi atlet apalagi untuk cabang olahraga yang belum banyak peminatnya sungguh tidak mudah.

 

Seperti halnya yang dialami Ronald Naovar Mamarimbing, seorang mantan atlet panjat tebing yang saat ini sudah menjadi pelatih panjat tebing dan menyiapkan untuk tim panjat tebing Jawa Timur untuk menyongsong Pekan Olah Raga (PON) 2020 di Papua Barat.

 

Ronald mengakui awalnya hanya sekedar coba-coba dan tidak pernah terlintas untuk menjadi atlet, apalagi atlet panjang tebing karena pada tahun 1986 panjat tebing masih belum dianggap sebagai cabang olahraga, melainkan hanya kegiatan petualangan. Namun sekitar tahun 1990 baru ada pertandingan panjat tebing, dan tahun 1995 panjat tebing resmi tergabung di KONI dan diakui sebagai cabang olahraga.

 

"Baru setahun kemudian tepatnya tahun 1996 ada seleksi untuk atlet panjat tebing dan mengikuti PON pertama kali, dan angkatanku menjadi generasi pertama untuk atlet panjat tebing yang dimiliki KONI Jatim," papar Ronald saat dikonfirmasi Mercury 96FM, Kamis (30/8/2018).

 

Ronald menjelaskan setelah menjadi atlet hampir 80 persen kegiatannya dihabiskan untuk berlatih dan berlatih. Karena setiap atlet yang memang fokus ingin menjadi atlet berprestasi dengan porsi latihan pagi dan sore selama seminggu dirasa sangat normal.

 

"Karena kalau kita menang dan bisa mengibarkan bendera merah putih di ajang nasional maupun internasional tentunya kebanggaan tersendiri, tapi kalau kalah tentunya malu tapi paling tidak sudah berusaha," tegasnya.

 

Saat ditanya bagaimana perhatian dari Pemerintah pada atlet panjat tebing jaman dulu sama sekarang, diakui Ronald sudah bagus, banyak perubahan dan perkembangannya. Dan Ronald mengingatkan meskipun saat ini atlet maupun mantan atlet masih dianggap bukan sebagai mata pencaharian, tetapi itu semua dikembalikan ke pribadi masing-masing.

 

"Semua itu tergantung orangnya, dan dikembalikan ke diri masing-masing, selama kita tidak neko-neko, saya menyakini menjadi atlet ataupun sudah menjadi mantan atlet masih bisa bertahan hidup dan melanjutkan hidup kedepan dengan baik," tutupnya.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive