Warga Dolly saling berhadapan di Pengadilan Negeri Surabaya

September 3, 2018

 

 

 

Sby, MercuryFM - Ratusan warga dari Jarak-Dolly yang berbeda kubu saling berhadapan saat melakukan aksi unjuk rasa didepan Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin 03/09/2018. Mereka adalah  Barisan Front Pekerja Lokalisasi (FPL) dan Komunitas Pemuda Independent (KOPI), kelompok yang mendukung gugatan class action pasca penutupan lokalisasi Dolly sejak 3 tahun lalu. Sedangkan kelompok lainnya yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) menolak gugatan itu.

 

"Saya di UKM Jarak-Dolly yang tergabung dalam UKM Sami-Jali (Samiler Jarak Dolly) sudah tentram. Jangan dibuka lagi tempat-tempat prostitusi di tempat kami tinggal," ujar Roro Dwi

 

 

Sementara itu S A Saputro atau yang biasa dipanggil Pokemon yang mengaku sebagai perwakilan warga Jarak-Dolly menegaskan, kalau pihaknya mengajukan gugatan lebih dari Rp 270 Miliar.

 

Gugatan class action itu ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

 

Dalam orasinya Pokemon menuntut keadilan bagi para warga Jarak-Dolly dengan mengembalikan hak sumber perekonomian dan melanjutkan proses hukum warga Jarak Dolly.

 

Aksi unjuk rasa dari kedua kubu yang berbeda tuntutan itu mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Dan sempat membuat padat arus lalu-lintas di Jl. Arjuna.

 

Menyikapi aksi gugatan class action itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan kalau aksi itu hanya dilakukan oleh segelintir oarang saja.

 

"Coba lihat saja KTP nya, apakah memang warga setempat" tegas Risma

 

Risma menyampaikan alasannya menutup lokalisasi Dolly karena ingin menyelamatkan masa depan anak-anak.

 

"Saat menutup yang saya pikirkan anak-anak, karena dia punya masa depan yang sama dengan anak-anak lain. Semangat saya untuk menyelamatkan anak-anak, itu bukan cuma anak Dolly tapi juga anak surabaya" lanjut Risma.

 

Risma menambahkan kalau di eks lokalisasi itu sekarang sudah banyak tumbuh UKM. 

 

"Sekarang ini eranya sudah berbeda, mereka sudah hidup normal" pungkas Risma.(alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group