Stabilisasi harga beras, Bulog Jatim lepas 80,5 ton beras ke pasar Jatim

September 5, 2018

 

Sidoarjo, MercuryFM - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur (Jatim) pada hari Selasa (4/9/2018) melepas 80,5 ton beras jenis medium ke pasaran. Beras tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Jatim guna meminimalisir terjadinya gejolak harga pangan, utamanya beras. 

 

 

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur Muhammad Hasyim mengatakan bahwa langkah ini sesuai dengan keputusan Rapat Koordinasi Terbatas  (Rakortas) tanggal 27 Agustus 2018, dan Surat Kemendag tanggal 31 Agustus 2018 yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga beras agar tetap stabil serta di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tersedia pasokannya di masyarakat. 

 

 

Untuk itulah kemudian pemerintah menugaskan Perum Bulog melakukan intervensi pasar secara massive melalui kegiatan yang dulu disebut Operasi Pasar-Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) dan melakukan percepatan penyaluran Bansos Rastra. Dalam kegiatan tersebut, beras akan dijual dengan harga Rp 8.100 per kilogram jika diambil di gudang Bulog dan sekitar Rp 8.350 per kilogram jika diantar sampai lapak pedagang.

 

 

"Kegiatan ini dilakukan di 13 kantor Sub Divre Bulog di seluruh Jatim. Ada sekitar 80,5 ton beras Bulog yang akan digelontorkan di 25 pasar yang menjadi pencatatan BPS. Selain itu beras tersebut juga akan didistribusikan melalui RPK (Rumah Pangan Kita red.)," kata Hasyim seperti dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (5/9/2018).

 

 

Peluncuran kegiatan yang dipimpin langsung oleh Perum Bulog Divre Jatim dan serentak oleh Bulog Divisi Regional seluruh Indonesia ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan tetap memperhatikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan khususnya beras.

 

 

Ia menegaskan, bahwa sejak Januari 2018 hingga saat ini, Perum Bulog Divre Jatim telah menggelontorkan CBP sebanyak 76.745 ton. Per hari ini Perum BULOG Divre Jatim melalui Sub Divre Surabaya Utara melepas 5 armada kanvasing di Pasar area Surabaya dan Sidoarjo.

 

 

“Disini kami tidak akan memasang target, kami tidak akan membatasi. Berapapun beras yang dibutuhkan konsumen pasti akan kami suplai, karena stok kita saat ini sangat aman, mencapai 600 ribu ton beras. Dan stabilisasi harga ini rencananya akan dilakukan hingga akhir Desember 2018,” kata Hasyim.

 

 

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemprov Jatim, Fattah Jasin mengatakan bahwa sebenarnya harga beras di wilayah Jatim saat ini rata-rata masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencapai sekitar Rp 9.450 per kilogram. Walaupun demikian,  kenaikan harga beras bisa saja terjadi. 

 

 

Selain karena momen hari besar, seperti Natal dan Tahun Baru, juga karena masuknya musim kemarau dan kekeringan serta habisnya masa panen tahun ini. Untuk itulah kemudian Mendag menginstruksikan untuk melakukan stabilisasi harga.  

 

 

Harga beras di Jatim saat ini masih di bawah HET Rp 9450. Dari pantauan BPS di 116 pasar di seluruh Jatim, harga beras  rata-rata masih dibawah HET, hanya pasar Wonokromo saja yang harganya  diatas HET yaitu sekitar Rp 10 ribu per kg. Namun dengan mengacu pada beberapa faktor yang besar kemungkinan akan mengakibatkan adanya lonjakan harga, ia sangat mendukung kegiatan tersebut.

 

 

“Ini evaluasi saja, kenapa beras Bulog kurang diminati masyarakat. Masyarakat kurang respon. Untuk itu Bulog juga harus melakukan evaluasi, ada apa ini. Karena menurut saya Bulog itu punya standar dan sistem,” tambah Fattah.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive