41 guru SMP swasta di Surabaya terima dobel uang Jaspel

September 6, 2018

 

Sby,MercuryFM - Inspektorat Pemkot Surabaya menemukan ada 41 guru SMP swasta menerima uang jasa pelayanan (Jaspel) ganda. Kepala Inspektorat Pemkot Surabaya Sigit Sugiharto, saat konferensi pers di kantor Humas Pemkot Surabaya pada Kamis 06/09/2018 mengatakan, perkara ini terungkap saat pihak inspektorat melakukan audit dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) ditahun 2017.  Pasca mencuatnya persoalan kurangnya murid di SMP swasta.

 

"41 guru yang menerima uang jaspel ganda ini tidak hanya mengajar di satu sekolah, melainkan ada yang mengajar di dua sekolah bahkan 3 sekolah untuk memenuhi jam mengajar selama 24 jam" ujar Sigit

 

Temuan ini sudah di cross chek ke lapangan dan dipastikan kebenarannya. Seharusnya uang jaspel dibayarkan hanya sekali kepada dari sekolah induk.

 

Sigit menambahkan uang jaspel yang diterima oleh para guru ini juga menyusut dari yang seharusnya sebesar Rp 1 juta menjadi Rp 800 ribu setiap bulannya. 

 

Sementara itu Aston Tambunan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya membenarkan adanya temuan itu. 

 

"Kalau memang ada kelebihan nanti harus dikembalikan. Kalau sanksi lainnya kita kaji dulu. kita utamakan pemahaman karena mungkin mereka belum paham" ujarnya.

 

Aston mengatakan pencairan uang jaspel itu berdasarkan data guru yang diberikan pihak sekolah. 

 

"Kalau memang tidak ada revisi dari pihak sekolah akan data guru kita tidak mengetahuinya" kata Aston.

 

Aston mengatakan agar persoalan ini tidak lagi terulang, pihaknya akan melakukan perapian.

 

"Kedepan kita akan tertibkan, guru swasta yang mengajar di lebih dari satu sekolah hanya akan menerima uang jaspel di sekolah induk saja" lanjut Aston.

 

Sedangkan terkait dengan menyusutnya uang jaspel yang diterima guru dari Rp 1 juta menjadi Rp 800 ribu, pihak inspektorat dan Dispendik Kota Surabaya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive