• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

#2019 Pilpres Ceria: Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Uno belum tentu yang terbaik

September 17, 2018

 

Sby,MercuryFM - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengimbau masyarakat tidak golput pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Sebab dengan menjadi golput, para penjahat akan diuntungkan.

 

"Jangan golput. Golput itu hanya menguntungkan kaum penjahat. Golput itu, kan, biasanya idealis. Nah ini nanti yang pragmatis dan jelek yang akan milih dan lebih jadi penentu," kata Mahfud dalam seminar bertajuk #2019PilpresCeria di Garden Palace, Senin (17/9/2018).

 

Mahfud mengatakan,  dua pasangan calon yang akan bertarung, Jokowi-KH Ma'ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga belum tentu terbaik. Tetapi rakyat Indonesia tetap harus memilih demi keberlangsungan negara.

 

"Coba sekarang lihat dua calon pemimpin, taruhlah Prabowo-Sandi, Jokowi-Ma'ruf Amin, itu kalau mau dipiih sangat baik, enggak? Enggak. Semuanya ada kelebihannya dan semuanya ada kekurangannya. Tapi harus dipilih karena negaranya harus jalan," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

 

Cara memilih, menurut Mahfud adalah dengan cara menimbang keduanya. Mengukur kemanfaatan dan mudaratnya.

 

"Kalau keduanya Anda anggap baik, pilihlah yang lebih baik. Kalau keduanya Anda anggap jelek, pilihlah yang jeleknya lebih sedikit. Tetap harus milih," serunya.

 

Proses (cara memilih) itu pula yang kini dilakukan. Hanya saja, Mahfud masih merahasiakan pilihan politiknya itu. Apakah mendukung Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi. Mahfud menganggap belum saatnya dirinya menyampaikan ke publik. 

 

"Nanti, kalau sudah dibutuhkan, akan saya sampaikan. Sekarang jangan dulu," katanya. 

 

Pada kesempatan itu,  Mahfud juga berpesan kepada kedua pendukung pasangan calon untuk tidak bersikap berlebihan. Apalagi sampai bermusuhan. Sebab,  bagi dia, keberlangsungan negara lebih penting dsripada ketokohan atau bahkan kepentingan kelompok tertentu. 

 

"Yang dipertaruhkan di dalam pemilu ini Indonesia sebagai negara sekaligus sebagai bangsa. Jangan sampai hancur berantakan hanya karena pemilu lima tahunan," ujarnya.

 

Atas pesan itu,  Mahfud lantas menjadikan pengalamannya saat batal dipilih sebagai cawapres sebagai contoh. 

 

"Saat itu saya agak kaget. Sudah siap mau jadi calon wakil presiden, sudah buat baju (tapi batal), ya, kaget tapi mau kecewa enggak ada gunanya. Siapa saya? Saya, kan, Mahfud. Ini negara. Mahfud tidak ada artinya, Ma'ruf Amin tidak ada artinya, Jokowi tidak ada artinya. Negara yang lebih penting," pungkasnya.

 

Diakhir materinya Mahfud mengajak kepada masyarakat agar menyambut Pemilu 2019 dengan keceriaan tapi memilih dengan cerdas

 

Sementara itu,  selain Mahfud MD, beberapa tokoh seperti pakar ekonomi Faisal Basri dan tokoh agama Ust. Yusuf Mansur juga menjadi pemateri.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive