• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Rupiah melemah, proyek jalan tol tak terpengaruh

September 21, 2018

 

Sby,MercuryFM - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, tidak mempengaruhi proyek pembangunan jalan tol dan aktifitas penggunaan jalan tol.

 

"Melemahnya rupiah tidak ada kaitannya dengan jalan tol, kecuali ada kewajiban kita dalam dolar" ujar Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal saat mendampingi  Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani diacara Investor Summit di Bursa Efek Indonesia-Surabaya, Jawa Timur, Rabu 19/09/2018.

 

Donny menambahkan tidak ada keterkaitan jalan tol dengan dolar karena semua pengguna jalan tol mayoritas masyarakat lokal bukan luar negeri yang membayar memakai dolar. 

 

"Selain itu pengerjaan jalan tol dilakukan oleh SDM lokal, begitu pula bahan baku dan komponen mesin" lanjut Donny.

 

Artinya di tengah kondisi pasar yang dinamis dan sentimen yang dipengaruhi oleh melonjaknya kurs dolar AS, keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tercatat stabil. Hal ini tidak  terlepas dari seluruh pinjaman Perseroan, termasuk Komodo Bond, adalah dalam bentuk mata uang rupiah sehingga tidak memiliki risiko dengan adanya kurs dolar naik. 

 

Sementara itu di tengah agresifitas penyelesaian proyek jalan tol, Jasa Marga tetap fokus dalam menjaga pertumbuhan EBITDA. Beberapa proyek jalan tol ditargetkan rampung pada tahun 2019, sehingga memerlukan pendanaan yang terencana

 

Di kinerja keuangan, Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan EBITDA. Pada semester I tahun 2018, EBITDA mencapai Rp 2,9 Triliun atau tumbuh 10,4% dibanding periode yang sama tahun 2017.

 

Desi Arryani Direktur Utama PT Jasa Marga mengatakan pihaknya saat ini sedang masif dalam pembangunan jalan tol. Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah di bidang infrastruktur. Pada tahun 2015 jalan tol beroperasi sepanjang 590 km. Tahun depan panjang jalan yang dioperasikan Jasa Marga akan mencapai 1260 km. Peningkatan sekitar 700 km jalan tol yang beroperasi. Luar biasa investasi yang dilakukan.

 

Selain itu, Desi juga menekankan bahwa Jasa Marga tengah fokus untuk menyelesaikan proyek jalan tol yang masuk dalam jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, yaitu Proyek Jalan Tol Cinere-Serpong, Proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran dan Proyek Jalan Tol Kunciran-Cengkareng, yang ditargetkan beroperasi tahun 2019.

 

Selain pembangunan jalan tol, Jasa Marga juga terus meningkatkan kinerja bisnis usaha lain, seperti layanan transaksi dan layanan lalu lintas melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO); layanan pemeliharaan dan konstruksi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM); dan meningkatkan investasi properti dan peningkatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui PT Jasamarga Properti (JMP). Dari sisi pengembangan usaha lain, Jasa Marga mentargetkan pengembangan usaha lain memberikan kontribusi 20% dari total pendapatan usaha Jasa Marga.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive