• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Indonesia siap hasilkan bibit gamer elektronik handal

September 22, 2018

 

Sby, MercuryFM - Di ajang Asian Games 2018 Jakarta - Palembang, Indonesia sukses memenangkan pertandingan eksebisi untuk cabang olahraga eSport di ajang 

 

Melihat animo para pemain cabang olahraga elektronil ini, membuat beberapa pihak tertarik untuk memulai sebuah kompetisi eSport, dengan melibatkan siswa siswi SMA sederajat, secara resmi. 

 

High School League 2018 (HSL 2018), nama kompetisi eSport yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi ke beberapa daerah, untuk menjaring para gamer, namun dengan syarat memiliki nilai akademik baik. 

 

President HSL, Stevanus mengatakan, babak kualifikasi dilakukan di 8 Kota. Di Jawa Timur, pihaknya menjajaki dua wilayah, yakni Surabaya dan Malang. 

 

Untuk Surabaya dilaksanakan di three kingdom cafe sedangkan di Malang ditempatkan di hardcore cafe.

 

"Kedua cafe ini arena eSports berstandar internasional dan mendapat sertifikasi GeForce," jelasnya, Jumat (21/9/2018).

 

Dikatakannya, untuk game yang akan dipertandingkan HSL 2018 mengedepankan hanya satu game, yaitu DOTA 2 yang memiliki jenis game strategi beregu.

 

"Game tersebut dapat mendorong kemampuan tim untuk bekerjasama, kekompakan, pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat, strategi, sportivitas, dan tentu saja disiplin," jelas Stevanus.

 

 

 

Lama berlangsungnya liga yakni satu semester atau 6 bulan, dan hanya akan diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu ketika siswa sedang libur.

 

"Kami pilih waktunya Sabtu dan Minggu karena tidak ingin siswa yang bertanding mendapatkan pengaruh buruk dari lingkungan pemain di netcafe tempat berlangsungnya acara," imbuhnya.

 

Setiap sekolah yang ingin mendaftarkan tim peserta bisa mulai memasukkan datanya ke situs HSL 2018 mulai dari 6 September 2018 hingga 12 Oktober 2018.

 

Stevanus menyatakan, tujuan utama dari diadakannya liga eSports ini adalah untuk mencetak bibit baru dari kalangan siswa SMA. Selain itu juga meningkatkan daya saing Indonesia di kancah dunia.

 

Diharapkannya, pandangan masyarakat akan game yang negative bisa berubah, dan pada akhirnya akan meningkatkan industry game di tanah air.

 

"Tentu saja industri tersebut tidak hanya terbatas pada atlit eSports saja, melainkan meluas ke pembuat game, publisher, serta manajemen bisnis game," papar Stevanus.

 

Kompetisi dengan skala sebesar ini merupakan kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya JD.ID selaku penyedia perdagangan elektronik terkemuka, Lenovo dan NVIDIA sebagai penyedia komputer gaming, serta iCafe berstandar internasional yang mendapatkan sertifikasi GeForce.(Dani)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive