Mahasiswa diajak awasi potensi pelanggaran oleh penyelenggara Pemilu

September 24, 2018

 

Sby,MercuryFM - Pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu agar jujur dan adil menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat. Termasuk kalangan mahasiswa yang dianggap  sebagai kelompok masyarakat yang berpengetahuan.

 

"Mahasiswa posisinya strategis sebagai masyarakat yang berpengetahuan. kami memberi tugas mereka untuk ikut melaporkan kalau ada pelanggaran" kata Alfitra Salam anggota DKPP saat melakukan sosialisasi Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu kepada kalangan mahasiswa Unitomo di Surabaya pada Senin 24/09/2018.

 

Alfitra menambahkan pelanggaran yang banyak dilakukan oleh penyelenggara pemilu adalah tidak netral terhadap para kontestan.

 

"Ini terjadi saat pilkada, misalnya ada laporan dugaan pelanggaran yang tidak ditindak lanjuti oleh Bawaslu atau KPU tidak tegas dan lain sebagainya" tegas Alfitra.

 

Karenanya sosialiasi ini untuk memberikan pemahaman kepada civitas akademika akan etik pemilu kemudian bagaimana mengawasi dan bagaimana melaporkan nya kalau ada potensi pelanggaran.

 

Lebih lanjut Alfitra mengatakan kalau ada beberapa kasus potensi pelanggaran oleh penyelenggara pemilu yang dilaporkan dimasa proses Pemilu 2019.

 

"Tapi masih kecil jumlahnya karena prosesnya masih dalam tahapan baru dimulai, baik itu pileg maupun pilpres" ujarnya.

 

"Pelanggaran diprediksi akan banyak terjadi saat memasuki masa kampanye Pileg dan Pilpres 2019" pungkas Alfitra Salam.

 

Sosialisasi yang digelar DKPP terhadap civitas akademika ini merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya dilakukan di Manado dan Palu. Dalam sosisialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Jatim, Ketua Bawaslu Jatim, Perwakilan Rektorat Unitomo dan beberapa kelompok pegiat pengawas Pemilu.(Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive