• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Ketua dan Sekertaris PDIP Jatim diisukan kena OTT KPK di Malang

October 8, 2018

Sby,MercuryFM - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sejak siang tadi, Senin (08/10/2018), lakukan penggeledahan di pendopo Kabupaten Malang dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab dengan menebar berita Hoax (berita bohong) kepada masyarakat.

 

Kegiatan KPK di Malang tersebut di isukan juga melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) petinggi partai PDI Perjuangan Jatim. Yakni Sri untari Sekertaris PDI Perjuangan Jatim yang kebetulan bertempat tinggal di Malang dan ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi.

 

"Saya dan Mbak Untari juga kaget tadi banyak WA dan SMS serta beberapa kali tlp dari kawan seperjuangan termasuk beberapa wartawan terkait isu itu. Kami ndak paham apa yang diinginkan oleh penyebar hoax itu," ujar ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi di sekertariat DPD PDI Perjuangan Jatim, Senin (08/10/2018)

 

Menurut Kusnadi, pihaknya pada hari ini di kantor DPD PDIP Jatim sedang melakukan rapat rutin mingguan bersama sejumlah pengurus harian partai lainnya. Rapat dimulai dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 16.00 sore.

 

"Pada rapat itu hadir saya sebagai Ketua DPD, Mbak Untari Sekertaris DPD, Bambang Juwono, Erma Susanto, Eddy Paripurna, Budi 'Kanang' Sulistyono dan pengurus yang lain. Kami follow up membahas internal kami di Kabupaten Kediri. Minggu lalu kami lakukan pembekalan caleg dan follow up-nya seperti apa," jelas Kusnadi.

 

Selain itu, lanjut pria yang juga wakil ketua DPRD Jatim, rapat juga membahas Pileg dan Pilpres 2019. Dan, persiapan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan internal partai. 

 

"Di tengah rapat itu, kami ada kabar miring itu. Kami nggak tahu itu kabar darimana. Tahun ini adalah tahun politik. Kami sepakat PDIP mempertebal daun telinga. Kita stres sendiri kalau mendengar isu berita nggak jelas, biarkan saja nggak usah ditanggapi semua cerita dan omongan itu," paparnya. 

 

Di tegaskan Kusnadi, aturan PDIP sudah jelas bahwa tindak pidana yang tak ditoleransi partai itu ada tiga, yaitu Korupsi, Narkoba dan Pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) karena itu termasuk kejahatan yang luar biasa. 

 

“Makanya dalam pencalegan Pileg lalu, walaupun ada Judicial Review MA membolehkan mantan napi maju caleg tetap saja PDIP tak meloloskan karena sudah komitmen partai dan setiap caleg juga bikin pakta integritas,” bebernya.

 

Ia juga berterima kasih kepada media yang sudah konfirmasi dan klarifikasi, sebab sebagai insan pers bisa seimbang dalam membuat berita sehingga isunya tak menjadi liar dan menjadi clear.

“Anggap saja kami jadi korban kesalahpahaman. Kalau kita tak berbuat kesalahan kenapa harus takut,” pungkas Kusnadi

Sri Untari Sekertaris DPD PDIP Jatim menambahkan dirinya juga dikontak petugas DPP PDIP untuk menanyakan kabar tersebut. 

 

"Bahkan, saya disuruh DPP PDIP untuk melakukan selfie (swa foto) untuk membuktikan kebenaran sedang rapat di DPD PDIP Jatim. Tidak ada yang ditutupi oleh PDI Perjuangan. Saya ditelpon DPP pukul 13.30 siang," jelasnya.

 

Menurut wanita yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, hikmah dari kasus ini adalah dapat kampanye gratis. 

 

"Saya orang Malang, kebetulan ada KPK di Malang. Saya gak tau kasusnya apa. Kok saya diisukan kena OTT KPK. Ya udah lah ini saya anggap bagian dari kampanye gratis walaupun pemberitaaanya tidak enak," kelakarnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive