• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

BNNP Jatim tangkap sindikat TKI Malaysia pengedar narkoba

October 10, 2018

 

Sby, Mer- Badan Nasional Narkotika Propinsi Jatim menangkap 5 tersangka sindikat peredaran narkoba yang beraksi di Riau Sumatera dan Caruban Jawa Timur. Awalnya aparat menangkap tersangka berinisial ZM dan MR pada Selasa 25/09/2018 jam 03.30 WIB di pinggir Jalan Raya Panglima Sudirman Kec. Mejayan Kab. Madiun depan Terminal Bus Caruban. Saat melakukan penggeledahan aparat menemukan Sabu seberat 4180 gram yang dibungkus 4 kantong plastik warna merah dan disimpan didalam tas jinjing warna coklat. Dengan  rincian masing 2 bungkus plastik putih bening dengan berat 1045 gram dan 1056 gram. Sedangkan 2 bungkus plastik warna hijau dengan berat 1022 gram dan 1057 gram. 2 tersangka itu mengaku kalau barang haram itu mereka dapat dari tersangka  SB dan RM.

 

Aparat kemudian melakukan pengembangan penyelidikan yang diikuti penangkapan terhadap SB di hotel HOLIDAY IN EXPRES kamar 1105 di Jl. Kedungdoro No.58 Surabaya. Sekaligus mengamankan barang bukti HP dan uang tunai sebesar Rp 49.700.000 yang diduga sebagai pembayaran upah kepada tersangka ZM dan MR yang betugas sebagai kurir.

 

Pada hari Selasa 25/09/2018 sekitar jam 06.00 WIB petugas BNNP Jatim melakukan pengembangan  terhadap kasus tersebut dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka RM dan LH dirumahnya LH di Desa Ampel Gading kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Sekaligus mengamankan HP, Pasport. 

 

Tersangka ZM mengaku mendapatkan pekerjaan ini dari temannya RM untuk menerima, membawa, kemudian mengantarkan dan menyerahkan sabu tersebut dariSelat Panjang Riau kepenerimanya di Terminal Bus Caruban. Dengan imbalan upah 60 jt. Upah itu akan dibayarkan setelah barang diserahkan ke penerimanya di terminal bus Caruban. 

 

"Barang haram ini berasal dari Malaysia, tersangka juga bekerja sebagai TKI di Malaysia" ujar Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

 

 

Tersangka RM bekerja sebagai TKI di Newton Cyber (tempat hiburan) di Kuala lumpur Malaysia. Menurut RM pada tanggal 28 Agustus 2018 membeli  Sabu kepada temannya RD di tempat pemberhentian bus Johor Malasyia sebanyak 3 kg dengan harga per kgnya 250 jt.Pembayarannya sudah ditransfer oleh SB sebesar Rp 500 juta dan LH sebesar Rp 175 juta  ke bank Money Charger di Malasyia, sedangkan Rp 75 juta dibayar sendiri  tunai ke RD.

 

Tersangka LH bekerja sebagai TKI ditempat hiburan di Selangor Malasyia dan kenal dengan RM sebagai rekan sesama TKI di Malasyia. LH mengakui telah membeli Narkotika jenis Sabu sebanyak 700 gram kepada RD melalui RM dengan harga Rp 250 juta per kg. Tersangka LH sudah melakukan pembayaran Rp 175 juta ke RD dengan cara ditransfer ke bank Money Charger di Malasyia. Tersangka LH mengaku jenis Sabu sebanyak 700 gram yang dibeli melalui RM adalah titipan temannya MN dan RJ. ( Alam.K)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload