• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PDIP Surabaya dukung Whisnu bukan Puti untuk gantikan Risma

October 16, 2018

 

Sby, MercuryFM - DPC PDIP Kota Surabaya menepis kabar bakal mengusung Puti Guntur Soekarno untuk Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

Puti yang sempat diusung PDIP sebagai calon wakil gubernur Jatim dalam Pilgub 2018 lalu, dianggap tak akan down grade mengikuti kontestasi politik di tingkat pemilihan wali kota.

"Kalau Mbak Puti nggak mungkinlah. Masak grade nya turun, kemarin sudah bertarung dalam kontestasi politik tingkat provinsi, masak turun ke kota," kata Saifudin Zuhri Sekretaris DPC PDIP Surabaya pada  Selasa 16/10/2018.

Bagi DPC PDIP Surabaya, semua pengurus anak cabang (PAC) sudah solid untuk mengusulkan nama Whisnu Sakti Buana sebagai calon wali kota menggantikan Tri Rismaharini dua tahun lagi.

Whisnu yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya dan sepuluh tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya dianggap berkapabilitas penuh untuk maju sebagai wli kota.

"Kalau kami otomatis akan mencalonkan kader terbaik kami. Dan Pak Whisnu memang layak untuk dicalonkan dengan pengalamannya selama menjadi wakil wali kota dan juga ketua DPC," ucap Ipuk.

Apalagi kekuatan Whisnu kuat di akar rumput. Whisnu dianggap sebagai kader yang mampu menyolidkan  masyarakat sampai di bawah.

Perkembangan dinamika saat ini juga menyebutkan kalau bisa jadi PDIP menggandeng calon dari luar kader.

Sekkota Hendro Gunawan dan Kepala Bappeko Eri Cahyadi juga sempat dikabarkan akan digaet untuk menjadi calon dari luar kader.

Menjawab itu, Ipuk mengaku, hal tersebut bisa saja terjadi. Artinya PDIP tidak menutup kemungkinan untuk mengambil keputusan yang mengarah mengambil calon di luar kader.

"Bisa jadi. Tapi itu masih nanti lah. Yang pasti kader terbaik menurut kami adalah Pak Whisnu. Kalangan internal sudah solid soal itu," tegasnya.

Menurut sistem yang berlaku di PDIP, nantinya DPC memang bisa mengusulkan nama. Namun tetap yang memutuskan adalah dari DPP PDIP.

Ipuk kembali mengatakan, prioritas PDIP masih terpusat pada pemenangan Pilpres dan Pileg. Setelah itu baru akan fokus menata Pilwali 2020 mendatang.

"Kita berpikir Pileg dan Pilpres dulu. Target kita, raub suara sebanyak-banyaknya," tegas Ipuk.(alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags