• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Sampai akhir tahun 2018, Kabupaten Lamongan optimis bisa menarik investasi sampai Rp 28 triliun

October 24, 2018

 

Lamongan, MercuryFM - Sampai dengan akhir tahun 2018 Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menargetkan mampu menarik investasi hingga Rp28 triliun dengan terus melakukan promosi potensi yang dimiliki di wilayah tersebut.

     
"Setiap tahun kami selalu mempromosikan potensi Lamongan di depan pengusaha untuk menarik investasi mereka, dan kali ini yang ketiga kalinya. Dan hasilnya, selama kurun waktu lima tahun terakhir, investasi yang masuk di Lamongan semakin membaik dan mencapai Rp26 triliun. Sementara pada tahun ini kami targetkan bisa mencapai sebesar Rp 28 triliun," kata Bupati Lamongan, Fadeli saat ditemui di dalam acara gathering bersama pengusaha Jatim di Surabaya Selasa malam (23/10/2018).

     
Fadeli menjelaskan potensi Kabupaten Lamongan cukup banyak, salah satunya sumber daya alam, utamanya sektor perikanan dan pertanian, seperti padi dan jagung serta ikan.
     
Ia mengatakan, beberapa sektor yang kini telah menjadi penopang dan penyumbang pendapatan daerah atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni pertanian dan perikanan menyumbang 38 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 19,08 persen, konstruksi 11,52 persen dan industri pengolahan sebesar 8,18 persen.
     
"Sektor-sektor inilah yang saat ini menjadi fokus utama kami dalam menarik investor," katanya.
     
Potensi lain, kata dia, seperti produksi ikan besar yang mencapai 129 ribu ton dalam satu tahun, dan baru 60 persen yang sudah diolah baik untuk internal atau ekspor.
     
"Sisanya, sekitar 40 persen produksi ikan belum diolah. Untuk itu, kami mempersilahkan pengusaha masuk dan berinvestasi di Lamongan," tuturnya.
     
Selain komoditas ikan, produksi Jagung Lamongan juga besar, dan saat ini produksi mencapai 571 ribu ton per tahun, dan masih dimanfaatkan untuk pakan ternak, serta pengolahan jagung yang lainnya hingga tingkat Bumdes. 
      
"Oleh karena itu, kami dorong pengusaha masuk, krena Lamongan saat ini juga sedang menyusun roadmap membangun lahan percontohan pertanian jagung modern di desa Banyubang Kecamatan Solokuro di lahan seluas 100 hektare untuk tahun 2016 hingga 2019 dengan produksi 10 ton per hektare dari sebelumnya 5,81 ton per hektare," katanya.
     
Fadeli menyebut, potensi lain yang juga bisa dimanfaatkan investor adalah besarnya kebutuhan sapi hidup dewasa, yang salah satunya untuk produksi pupuk organik di Lamongan karena petani di sana lebih senang menggunakan pupuk organik sendiri. 
     
"Saat ini, jumlah sapi di Lamongan mencapai 108 ribu sapi, masih kurang sekitar 80 ribu ekor sapi agar bisa memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk organik," katanya.
     
Dengan besarnya peluang investasi, Fadeli juga menjamin kondisi perpolitikan dan situasi daerah Lamongan sangat aman dan kondusif untuk investasi, sebab tidak ada gejolak yang bisa mengancam berhentinya investasi.
     
"Apalagi tenaga kerja di Lamongan masih murah, lebih rendah dibanding Gresik, Sidoarjo dan Pasuruan. Upah Minimum Kabupaten dan Kota (UMK) Lamongan tahun ini tidak sampai Rp 2 juta, hanya Rp 1,851 juta," katanya.
     
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Dedy Suhajadi mengapresiasi inisiatif Pemkab Lamongan menggelar gathering dengan mengundang pengusaha dan mengajak untuk berinvestasi ke Lamongan.
     
"Kami para pengusaha juga sangat proaktif, bahkan juga menggerakkan semua lini usaha yang bisa mendongkrak perekonomiannya," katanya.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive