• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pekan depan Surabaya bisa cetak E-KTP lagi

October 26, 2018

 

Sby,MercuryFM - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya memastikan minggu depan masyarakat yang ingin melakukan cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) sudah bisa melakukannya. Pasalnya, blangko e-KTP yang dinyatakan habis dijadwalkan tiba Sabtu (27/10).

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, surat permintaan penambahan blangko e-KTP telah ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selanjutnya, segera dibawa ke menteri dalam negeri agar mendapat tambahan.

“Sudah ditandatangani wali kota hari ini. besok akan dibawa ke menteri dalam negeri untuk segera bisa mendapatkannya,” ujar Kepala Dinas yang akrab disapa Anang tersebut, Kamis (25/10).

Anang mengakui kalau sejak Senin (22/10) pihaknya telah kehabisan blangko e-KTP. Ini berlaku juga dibeberapa kecamatan. Meskipun masih ada yang memilikinya, namun kondisinya sudah sangat sedikit. Stok terbatas untuk memenuhi kebutuhan cetak e-KTP. Dibutuhkan penambahan, jika tidak pekan depan bakal kehabisan.

“Kami ada 22 cetak e-KTP di kecamatan itu juga mengalami stok yang terbatas. Tapi ada juga yang kecamatan juga habis sama sekali. Insya Allah hari Jumat (hari ini, Red) pemkot akan ambil blangko, sehingga paling tidak Sabtu dapat dibagikan ke kecamatan. Kita sudah konfirmasi itu,” bebernya.

Anang menyebutkan, pada pengajuan penambahan e-KTP, pemkot diperkirakan mendapat jatah 4 ribu keping. Jumlah tersebut memang belum memenuhi kebutuhan. Tetapi sudah membantu mengurangi kebutuhan untuk percetakan e-KTP. Dijadwalkan, Sabtu blangko tersebut sudah tersebar merata di 22 kecamatan. Jatah yang didapatkan kecamatan antara 100-200 keping, tergantung kebutuhan. Dengan begitu, bisa segera diproses persiapannya dan pekan depan masyarakat yang telah merekam dapat melakukan percetakan.

“4 ribu dibagikan ke kecamatan. Itu saja seminggu pasti habis. Jadi di pusat kemendagri juga terbatas. Mereka terbatas penggandaan, sehingga akhirnya blangko harus dibagikan ke seluruh Indonesia. Dispendukcapil kabupaten/kota juga banyak yang meminta,” urainya.

Kendati dibatasi 100-200 keping, Anang menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan kecamatan meminta kembali ke dispendukcapil kota. Selama stok blangko masih ada. “Ya memang diberinya terbatas. Kalau keinginannya sesuai dengan yang belum rekam e-KTP. Soalnya kita banyak yang wajib KTP baru, usia 17 tahun, serta pindah datang ke Surabaya juga banyak. Sehingga memang kebutuhan blangko e-KTP cukup banyak,” tandasnya.

Anang menuturkan, hingga Juni 2018 tercatat yang belum melakukan perekaman sebanyak 126 ribu orang. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah masih terbuka. Mengingat masih banyak Wajib KTP baru usia 17 tahun dan pindah datang ke Surabaya. (Alam)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
<