Pembangunan bantalan rel A Yani molor, Pemkot dan PT KAI berpolemik

November 5, 2018

 

Sby,MercuryFM - Puluhan block rel yang rencananya akan dipasang diperlintasan kereta api  Jl.A Yani depan Royal Plaza, sampai sekarang Senin 4/11/2018 masih tersusun rapi di lokasi pengerjaan.  Tanpa ada aktivitas pemasangan untuk menambah kapasitas badan jalan. Padahal Pemkot Surabaya menjanjikan kalau pengerjaan itu akan selesai di bulan Oktober untuk mengurai kepadatan lalu-lintas.

 

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, mengakui kalau pengerjaan itu molor dari jadwal. Sebab ada masalah perijinan.

 

"Kita sebenarnya sudah dapat izin dari PT KAI. Kita dikasih izin untuk mengerjakan dua jam dalam sehari. Tapi ternyata butuh izin lagi. Yaitu dari PT KAI ke rekanan yang memasang block rel itu," kata Erna.

 

Menurut wanita lulusan ITS itu, sampai hari ini izin pemasangan block rel untuk pelebaran jalan di perlintasan kereta api itu belum juga turun. Padahal Erna mengaku sudah menghubungi untuk meminta ijin. 

Lebih lanjut Erna menambahkan jika izin sudah keluar, pengerjaan block rel ini akan cepat. Bahkan tidak lebih dari satu bulan. Dengan begitu masyarakat pengguna jalan akan lebih leluasa.

Lantaran akan ada pemanfaatan penambahan tiga lajur kendaraan di bottle neck. 

 

Selain itu peralatan pelengkap untuk mengurai bottle neck ini juga sudah disiapkan oleh Pemkot.

Seperti penambahan lepas palang pintu kereta api, penggeseran pos pintu kereta api, dan juga pengasapalan di sekitar pelebaran jalan. Yang belum hanya pemasangan block rel di lintasan kereta api.

Saat ini lintasan kereta api yang akan dipasangi block rel sudah ditutup dengan barier. Pemasangan itu juga untuk penanda bahwa proyek akan segera dimulai.

 

"Kita berharap izinnya segera keluar. Kayaknya emang harus dapat izin supaya sesuaikan waktu pengerjaan dan juga jadwal kereta api melintas," katanya.

 

Sementara itu pihak PT KAI Daops 8 membantah mempersulit dan melarang pembangunan bantalan rel itu.

 

"Dilarang hanya saat momen angkutan Lebaran dan angkutan Natal Tahun Baru. Itupun baru Desember mendatang. Baru tgl 20 des sampai tanggal 6 januari" ujar Humas PT KAI Daops 8 Gatut Sutiyatmoko.

 

Gatut menambahkan kebijakan itu untuk mengantisipasi gangguan saat Natal dan Tahun Baru.

 

Gatut justru heran kalau dikatakan PT KAI tidak memberikan ijin. 

 

"Lha kok tidak diberi ijin gimana, memang pemkotnya sendiri" tegasnya.

 

PT KAI Daops 8 mengaku kalau sampai sekarang belum menerima surat dari Pemkot Surabaya. Dengan surat itu nantinya akan ditindak lanjuti pembangunan menyesuaikan jam longgar. Jadi ketentuan itu ada di PT KAI. Bukannya melarang atau mempersulit

 

"KAI membantu pengawasan di situ. 2 jam, ada window time. Ada waktu tertentu diijinkan. Tidak bisa semaunya. Dalam satu hari ditentukan jam berapa sampai jam berapa" pungkas Gatut.(Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group