• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Akhir tahun 2018, BUMD PT Bank Jatim Syariah akan terbentuk di Jatim

November 6, 2018

Sby, MercuryFM - Pembentukan Bank Umum Syariah (BUS) menjadi target Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jatim untuk direalisasikan tahun ini. Pemprop Jatim akhirnya mengusulkan dan memberikan penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang PT. Bank Jatim Syariah di rapat Paripurna DPRD Jatim.

 

Gubernur  Jatim, Soekarwo ditemui di DPRD Jatim, setelah Paripurna DPRD Jatim, Selasa (06/11/2018), mengatakan perkembangan perbankan syariah baik sebagai sebuah bank yang mandiri maupun sebagai bank unit usaha pada dekade ini pertumbunhannya sangat pesat. Karena itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajukan usulan untuk melakukan pemisahan UUS (Unit Usaha Syariah) pada Bank Jatim.

 

"Agar dapat mengakselerasi pengembangan usaha syariah, memudahkan UUS berkompetisi, fleksibel dalam pengambilan keputusan bisnis,  dan untuk mendorong berjalannya perbankan yang lebih baik. Maka pemisahan Unit Usaha Syariah Bank Jatim menjadi sebuah BUMD sendiri, yakni Bank Jatim Syariah harus dilakukan," ujarnya.

 

Pakde sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo, juga menjelaskan, penyusunan Raperda bank Jatim Syariah ini juga di iringi dengan penyusunan Raperda, Perubahan Kelima atas Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2003 tentang Penyertaan Modal yang akan menjadi dasar hukum oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada PT Bank Jatim Syariah. 

 

Terkait persyaratan dari OJK, tentang pembentukan BUS harus punya modal 1 Triliun. Pakde mengatakan untuk modal OJK tersebut yaitu berasal dari aset Bank Jatim Rp. 500 Miliar. Sementara itu sisanya nanti akan dibayarkan atau disediakan secara bertahap dari APBD jatim hingga batas yang ditentukan OJK yaitu 2023. 

 

"Untuk RAPBD 2019 ini kita sediakan dulu penyertaan modal yaitu sebesar Rp. 200 Miliar," jelasnya.

 

Pakde juga optimis Bank Jatim Syariah akan berkembang lebih bagus di Jatim kedepannya. Mengingat masyarakat jatim sudah banyak yang beralih ke sistem syariah dalam usaha yang dilakukan. Dan juga masyarakat jatim mayoritas beragama muslim.

 

Pakde mencontohkan, negara maju seperti Inggris, Prancis, dan Belgia yang bukan negara islam bisa mengembangkan bank Syariah yang terbesar di dunia. 

 

"Semoga dengan ada pemisahan Bank Umum Syariah ini, diharapkan menjadi sebuah lembaga perbankan sendiri yang akan memacu kinerja yang semakin bagus lagi. Dan bisa memberi konyribusi signofikan bagi Pendapatan Asli Daerah Jatim," harap Pakde.

 

Sementara menurut jadwal di DPRD Jatim pembentukan Perda BUMD PT. Bank Jatim Syariah. Akan dikebut pembahsannya. Dan di jadwalkan pada tanggal 28 Nopember, Perda BUMD PT Bank Jatim Syariah akan disahkan. Sehingga Bank Jatim Syariah akan bisa beroperasi sebagai sebuah BUMD pada awal tahun 2019. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive