• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Sowan Kyai Madura, Timses Jokowi Jatim dukung Syaichona Cholil jadi pahlawan nasional

November 9, 2018

 

BANGKALAN, MercuryFM - Sosok Syaichona Cholil sosok yang patut dihormati oleh Bangsa. Sehingga sudah selayaknya Syaichona Cholil di tetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

 

“Alhamdulillah, ini Jumat berkah bisa tabarruk dengan para ulama. Dan bertepatan dengan Hari Pahlawan, kami punya harapan agar Syaichona Cholil bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kami paham bahwa para Kyai pasti tidak memusingkan gelar pahlawan, tapi itu adalah wujud penghargaan terhadap jasa ulama, khususnya Syaichona Cholill, yang sangat besar bagi bangsa ini,” ujar Ketua Tim Kampamye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dalam keterangan disela bersilaturrahmi dengan para Kyai di Ponpes Al-Hikam, Bangkalan, Madura, serta berziarah ke makam Syaichona Cholil, Jumat (9/11/2018).

 

Machfud Arifin menceritakan Syaichona Cholil adalah guru para ulama besar, seperti KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Bisri Mustofa, KH Nawawi, KH Asad Syamsul Arifin. Banyak pesantren di Indonesia mempunyai keterkaitan dengan Syaichona Cholil, baik langsung maupun tidak.

 

Syaichona Cholil lanjut mantan Kapolda Jatim ini, juga meminta KH Asad Syamsul Arifin untuk mengirim isyarah berupa tongkat ke KH Hasyim Asyari, yang kemudian dikenal sebagai awal mula cerita berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

 

“Dari Syaichona Cholil lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan. Sampai saat ini murid-murid beliau yang dikenal sebagai ulama penjaga keindonesiaan. Sehingga ini perlu inisiasi untuk mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional," ujar Machfud yang datang bersama puluhan jajaran TKD Jatim.

 

Di Ponpes Al-Hikam, kehadiran TKD Jokowi-KH Maruf Amin disambut pengasuh Ponpes Al-Hikam KH Nuruddin A. Rahman. Di sana juga digelar pertemuan terbatas dengan 30 ulama Bangkalan dan sekitarnya, di antaranya dihadiri KH Muhaimin Maki, KH Sirajul Umam, KH Fathurrozi Jamil, KH Jazuli Nur, dan KH Mahrus Cholili.

 

KH Nuruddin A. Rahman mengatakan, dari hari ke hari dukungan untuk Jokowi-KH Maruf Amin di Pulau Madura semakin besar.

 

“Ada Kyai Maruf Amin, beliau ulama sepuh, mantan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Kami ini punya kewajiban moral. Kalau kata orang Madura, ta’ teghah (tak tega) melihat beliau berjuang sendirian,” ujar KH Nuruddin.

 

Apalagi, sambung dia, sejumlah kebijakan Jokowi sebagai presiden berjalan di Madura. 

 

“Yang terbaru adalah menggratiskan Jembatan Suramadu yang Insya Allah bisa bermanfaat bagi warga Madura,” ujar wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags