• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PPP sebut statement politik Gendruwo Jokowi ditujukan pada kobu Prabowo - Sandiaga Uno

November 11, 2018

 

SbyMercuryFM - Statement Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik Gendruwo diyakini Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy ditujukan untuk lawan politik yang sering menebar ketakutan.

 

Kata Romy sapaan akrab Romahurmuzy, menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Strategi yang mereka gunakan mengadopsi Donald Trump saat Pilpres di AS beberapa waktu lalu. 

 

"Kita lihat hari ini kubu lawan politik pak Jokowi mengadopsi strategi Donald Trump. Yang dilakukan  Donald Trump membangun intimidasi ketakutan. Dan kemudian kalau rupiah menembus 15 ribu lima bank akan collaps dan itu kan tidak benar," kata Romy disela acara Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PPP Jawa Timur di Surabaya pada Minggu (11/11/2018).

 

Romy mencontohkan lagi adanya statemen bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030 adalah bentuk propaganda untuk menebar ketakutan. 

 

"Yang dilakukan adalah membangun ketakutan kemudian Indonesia akan bubar itu kan menakut nakuti," tambahnya. 

 

Rommy menambahkan, strategi lain yang dipakai lawan politik adalah dengan memberikan kabar kabar bohong. 

 

"Kemarin bilang Ratna Sarumpaet dipukulin kan tidak bener. Kemudian katanya mobil Neno Warisman dibakar orang nyatanya cuma korsleting," tegasnya. 

 

Untuk itu Rommy meminta agar pihak oposisi berhenti menebar kebohongan dan ketakutan kepada masyarakat. Pasalnya, rakyat Indonesia tidak akan berhasil dipengaruhi dengan strategi tersebut. 

 

"Kemudian menyatakan tempe setipis ATM dan saya tadi makan di depot anda makan tempe ternyata kenyang. Saya kira hal hal seperti ini harus dihentikan karena rakyat Indonesia sudah cerdas," pungkasnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags