• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Satukan gerak di Pemilu 2019, PPP Jatim kumpulkan Calegnya

November 11, 2018

 

SbyMercuryFM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim kumpulkan Calegnya yang akan maju di DPRD Jatim di pilleg 2019 dalam Santiaji atau pembekalan Caleg DPW PPP Jatim, yang langsung di buka oleh Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy di Hotel Novotel Samator Surabaya, Minggu (11/11/2018).

 

“Kami menargetkan Pemilu 2019 mendatang PPP bisa masuk tiga besar, maka itu PPP melakukan konsilidasi ini untuk mematangkan strategi pemenangan pemilu, sehingga target Pemilu yang dibebankan pada Caleg bisa terarah dan terukur seperti pada pemilu 2004,” ujar Romy sapaan akrab Romahurmuziy sebekum membuka acara tersebut.

 

Menurut Romy, pembekalan Santiaji atau caleg tersebut, juga digelar di seluruh Indonesia. Untuk Jatim pihaknya berharap agar para caleg juga memberikan masukan dan strategi pemenangan pemilu 2019 mendatang. 

 

“Kami harap semangat di hari pahlawan ini bisa membawa berkah dan mengalir kepada Caleg PPP Jatim untuk semangat memenangkan PPP pada pemilu 2019 mendatang,” ungkapnya.

 

Romy menegaskan dalam acara ini juga akan diberi intruksi agar setiap caleg PPP wajib memenangkan pasangan capres cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf).

 

“Caleg harus memenangkan jokowi karena ini memang sudah termasuk keputusan partai. Jadi seluruh caleg selain bekerja untuk pencalegkannya, juga diinstruksikan memenangkan jokowi maruf. Ini wajib,” tegasnya.

 

Sementara disingging terkait survei LSI yang menunjukkan rendahnya elektabilitas PPP, Ketua Umum PPP Romahurmuziy berpendapat bahwa, pihaknya tidak bil pusing. PPP ingin memenangkan Pemilu, bukan menjadi pemenang dalam deretan temuan lembaga survei. 

 

“Kita mau menang pemilu, bukan mau menang survei. Banyak, Parpol yang disurvei begitu tinggi, tapi saat pemilu hasilnya tidak seperti yang diramalkan,” jelas Romy yang didampingi oleh Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer.

 

Pihaknya lanjut Romy juga menyoal metodologi lembaga survei. Menurutnya, data temuan survei elektabilitas partai politik oleh sejumlah lembaga kerap meleset dari hasil Pemilu 2018.

 

Dirinya memberi contoh, bagaimana PPP diproyeksikan hanya meraih 2 persen suara saat Pemilu 2014. Namun kenyataannya, kata  Romy, PPP meraih suara pada angka 6 persen.

 

“Saya lihat ada permasalahan metodologi. Dalam survey partai menengah dan Islam selalu under represented, meraih perolehan lebih rendah dari potensi nyatanya. Kenapa demikian? Karena untuk mencapai murahnya survei, para lembaga survei menyederhanakan pengambilan sampel,” pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive