• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Lulusan SMK Kesehatan banyak dibutuhkan

November 13, 2018

 

Sby, MercuryFM - Lulusan SMK Kesehatan berpeluang tinggi di terima dunia kerja khususnya di luar negeri.  Bahkan sejak hadirnya Undang-Undang RI Nomer 36 tahun 2014 tentang Pendidikan Kesehatan SMK Keperawatan dapat dilakukan di pelayanan kesehatan dengan sebutan Asisten tenaga kesehatan, animo pelajar untuk mendaftar SMK tinggi.

Sekjen Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (Persemki), Nano Priyanto mengatakan setiap tahun lulusan SMK Kesehatan mencapai 70.000 lulusan. 

"90 persen alumni sudah banyak terserap di dunia kerja, 10 persennya berwirausaha dan melanjutkan pendidikan," ungkap pria yang juga kepala Smk Citra Medika Sragen ini dalam pembukaan HUT Persemki ketiga di Atrium Maspion Square Surabaya, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, tenaga lulusan SMK Kesehatan masih dibutuhkan karena tekun dan juga lebih terjangkau upahnya dibandingkan lulusan pendidikan tinggi. Mereka banyak terserap di rumah sakit, klinik, industri farmasi dan berbagai industri bidang kesehatan.

Mulai dari lulusan jurusan farmasi, asisten keperawatan, teknologi laboratorium medis, farmasi industri, asisten dental dan care giver.

"Kalau di luar negeri sudah banyak sekali lulusan SMK Kesehatan dikirim ke Jepang, Malaysia,Singapura bahkan Jerman,"ujarnya.

Selain bekal 70 persen praktek selama sekolah, para lulusan yang akan bekerja di luar negeri juga mendapat pelatihan bahasa dan pemenuhan standar yang diakui negara tujuan.

"Makanya kami juga sedang menggiatkan untuk teaching factory agar bisa meningkatkan kualitas lulusan, apalagi tiga tahun terakhir beberapa SMK mulai menerapkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi sebagai pendukung ijazah lulusan,"jelasnya.

 


Selain itu, lulusan SMK juga dibekali dengan kewirausahaan agar bisa menciptakan produk hingga mengatur manajemen usaha.

Sekolah dan Persemki juga menambah jaringan kerjasama dengan dinas kesehatan hingga industri untuk penyaluran lulusan.

Setelah terbitnya Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 80 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan tidak ada alasan institusi pelayanan kesehatan menolak siswa-siswi SMK Kesehatan praktik di layanan kesehatan, demikian juga tentang rekrutmen tenaga, yang biasanya tenaga asisten kesehatan disebut sebagai tenaga POS (Pembantu Orang Sakit) sepantasnya dialihkan kepada Asisten Tenaga Kesehatan yang merupakan lulusan SMK Kesehatan.(Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload