• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Maksimalkan ekonomi kreatif, perlu ada perhatian khusus pemerintah terhadap profesi perias

November 14, 2018

 

Sby, MercuryFM - Perhatian terhadap para profesi perias harus di lakukan oleh pemegang kebijakan. Pasalnya profesi yang banyak ditekuni ibu-ibu ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

"Perhatian terhadap para perias harus dilakukan. Peningkatan SDM ibu-ibu perias samgat diperlukan. Apalagi saat ini dengan perkembangam zaman, selalu ada model baru yang harus diketahui para perias untuk peningkatan SDM mereka," ujar Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto di sela-sela reses DPRD Jatim yang menghadiri Pelantikan Pengurus DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin (HARPI) Melati Gresik 2018-2022, Rabu (14/11/2018). Yang juga diikuti penyelenggaraan seminar dan lomba rias pengantin.

 

Dalam acara yang berlangsung di kantor Pemkab Gresik, kegiatan semacam ini harus ditindaklanjuti instansi terkait agar pembinaan terjadap para perias bisa berkelanjutan. 

 

"Kegiatan ini sudah berlangsung dua tahun dengan peserta sangat banyak. Harus ada tindaklanjut, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Jatim," tegas Kodrat.

 

Dilanjut oleh Anggota Komisi C DPRD Jatim yang berangkat dari daerah pemilihan Gresik Lamongan, peserta dalam kegiatan yang di buka oleh Wakil Bupati Gresik M. Qosim, tidak hanya berasal dari Gresik tapi juga berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Bahkan ada peserta dari Pamekasan Madura yang hadir membawa rombongan.

 

"Ini bukti bahwa dunia rias salah satu ekonomi kreatif yang perlu di kembangkan. Apalagi kebanyakan dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Sehingga mereka bisa menjadi penopang perbaikan perekonomian keluarga," pumgkasnya.

 

Sementara itu, Wabup Gresik M Qosim berharap perias-perias yang ada khususnya di Gresik, bisa bersinergi sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman namun tetap dalam koridor islami. 

 

Dirinya, berharap riasan pengantin yang ditampilkan bernuansa islami karena Gresik terkenal dengan ikon sebagai kota santri. "Kalau bisa lebih islami dengan busana yang menutup aurat," tuturnya.

 

"Saya bangga, dari banyaknya budaya pengantin yang ada masih ada upaya salah satunya dari Harpi Melati untuk tetap mempertahankan budaya asli Gresik yang Islami," pungkasnya.

 

Dalam acara yang digelar ini juga dipamerkan hasil riasan pengantin para perias yang tergabung dalam Himpunan Ahli Rias Pengantin (HARPI) Melati Gresik (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive