• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemilih Jatim di pemilu 2019 mencapai 31 juta lebih

November 15, 2018

 

Sby, MercuryFM - Jumlah pemilih di Jatim dalam pemilu 2019 mendatang sebanyak 31.011.960. Pemilih laki laki sebanyak 15.264.920 dan pemilih perempuan sebanyak 15.747.040. 

Ini hasil penetapam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) dalam pemilihan umum tahun 2019. Dan ini ada peningkatan dibandingkan DPTHP - 1 yang total pemilih 30.490.255 pemilih. Sehingga ada penambahan pemilih pada DPTHP-2. Yakni sebanyak 521.705 pemilih.

 

“DPTHP-2 ini akan ditetapkan menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). Karena akan dipakai sebagai dasar pengadaan logistik baik untuk perlengkapan TPS, surat suara, perencanaan anggota KPPS dan lain sebagainya,” ujar komisioner KPU Jatim, Khoirul Anam disela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan 2 di Hotel Elmi Surabaya, Kamis (15/11/2018).

Menurut Anam, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, lanjut Anam, Kota Surabaya menempati peringkat pertama dengan jumlah pemilih. Yakni sebanyak 2.118.843 pemilih, disusul Kab Malang sebanyak 2.003.679 pemilih, lalu Kab Jember sebanyak 1.866.654 pemilih, Kab Sidoarjo sebanyak 1.394.483 dan Kab Banyuwangi 1.323.840 pemilih.

 

“Ada sembilan daerah yang jumlah pemilihnya diatas 1 juta, yaitu Surabaya, Malang, Jember, Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Lamongan, Bojonegoro dan Jombang,” ujarnya.

Sedangkan kota dengan jumlah pemilih terendah lanjut Anam, ditempati oleh Kota Mojokerto sebanyak 98.090 pemilih, disusul Kota Blitar sebanyak 114.443 pemilih, Kota Pasuruan 145.737 pemilih, Kota Madiun 148.079 pemilih, Kota Batu 153.738 pemilih, Kota Probolinggo 167.194 pemilih, Kota Kediri 203.664 pemilih dan Kota Malang sebanyak 624.713 pemilih.

 

Kendati DPTHP-2 ditetapkan menjadi DPT, namun jumlah pemilih di Pemilihan Umum mendatang masih fleksibel yaitu bisa bertambah atau berkurang karena sebelum 17 April 2019 masih terus dilakukan pemutakhiran data pemilih. Namun mereka nantinya akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih tambahan.

 

“Jumlah pemilih bisa bertambah karena orang yang berusia 17 tahun atau menikah sebelum hari H pemilihan umum bisa memiliki hak pilih. Selain itu juga bisa berkurang karena ada pemilih yang meninggal atau diangkat menjadi anggota Polri dan TNI,” imbuhnya.

Sementara itu Aan Ainur Rofiq perwakilan Partai Golkar Jatim yang turut hadir berharap KPU terus melakukan update data pemilih. Karena potensi pemilih bertambah dan berkurang masih ada sebelum hari H pelaksanaan pemilihan umum 2019.

“Bawaslu dan Panwaslu juga harus ikut mengawasi dan menfasilitasi jika masih ada pemilih yang berhak mendapatkan hak pilih tak bisa menggunakan hak pilihnya,” ujar Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim tersebut. (ari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive