• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Warga Kota Mojokerto minta agar penerapan Full day School di tinjau lagi

November 16, 2018

 

Sby,MercuryFM - Keberadaan TPQ Taman Pendidikan Quran mendapatkan dampak dengan penerapan sekolah sehari penuh atau full day school. TPQ menjadi sepi bahkan kosong karena anak-anak sudah kelelahan setelah sekolah seharian. 

 

Hal ini yang disampaikan warga Kota Mojokerto kepada anggota DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat, Renville Antonio, ketika reses dengan warga Kedung Mulang RT 14 RW 04 Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kota Mojokerto, Jum'at (16/11/2018).

 

 

Dalam reses yang berlangsung cukup gayeng tersebut, warga meminta agar Renville yang berangkat sebagai anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Mojokerto kota Kabupaten, Jombang, Nganjuk dan Kota - Kabupaten Mojokerto ini, untuk bisa memperjuangkan, agar kebijakan full day school ditinjau kembali.  

 

"Di sini TPQ itu jam 4 sore. Sedangkan anak-anak baru pulang sekolah dan sudah capek," tutur salah seorang warga.

 

Menanggapi hal ini, Renville mengaku juga sangat prihatin. Pasalnya dia sendiri mengalami anaknya lelah setelah pulang sekolah sore hari.

 

"Saya juga sama. Anak saya capek pulang sekolah. Tapi bagaimana lagi, tetap saya paksa mengaji setelah Maghrib, ujarnya di depan warga.

 

"Meski bukan termasuk bidang saya, ini aspirasi yang sangat baik dan nanti tetap akan kami sampaikan kepada komisi yang membidangi," jawab Wakil ketua Komisi C DPRD Jatim.

 

Sementara itu, keluhan lainnya yang muncul dalam reses itu adalah soal infrastruktur. Hal itu malah disebutkan Renville tanpa menunggu pertanyaan warga.

 

"Meskipun belum ditanyakan, saya tahu pasti salah satu yang diminta adalah pengaspalan jalan ini dan pelengsengan di belakang situ," ucap Renville sambil tersenyum, disambut tawa warga.

 

Dalam kesempatan ini, ada juga warga yang mengeluhkan kacang lupa kulitnya. Ungkapan ini ditujukan kepada wakil rakyat yang dinilai melupakan konstituennya.

 

"Ungkapan kacang lupa kulitnya itu sulit hilang karena munculnya sangat subjektif. Anggota Dewan itu dianggap bisa menyelesaikan semua masalah. Bahkan sampai urusan pribadi ada yang minta bantuan," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim ini.

 

Renville mencontohkan, ada 497 orang yang meminta bantuan untuk memasukkan anaknya sekolah. 

 

"Tidak mungkin saya bisa memenuhi semua permintaan pribadi semacam itu. Tapi alhamdulillah, tahun 2019 mendatang SMA/SMK di Jawa Timur gratis. Anggarannya akan ditandatangani DPRD Jatim bulan ini," ungkap Renville. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive