Semen Indonesia Realisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat, Senilai Rp7,25 M di Kabupaten Tuban

November 29, 2018

 

Tuban, MercuryFM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. berkomitmenmenjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada desa-desa di wilayah pengembangan perusahaan. Di Kabupaten Tuban, perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat untuk 26 desa dan 3 kecamatan dengan nilai total Rp7,25 miliar.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan merupakan hasil masukan dari masyarakat. Pada tahap awal, masing masing desa dan kecamatan menyusun proposalprogram melalui musyawarah dan Focus Group Discussion (FGD). Dari ajuan proposal tersebut, tim yang terdiri dari perwakilan perusahaan, desa, kecamatan dan kabupaten melakukan verifikasi final untuk menentukan program yang akan direalisasikan. Pemilihan program diprioritaskan pada proposal yang bersifat pemberdayaan.

Menurut Pgs. Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan Pelaksanaan CSR perusahaan lebih diprioritaskan pada program pemberdayaanmasyarakat, dimana hal ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Tuban, yaitupengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, usulan program diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran dan dapat mendukung program pemerintahdaerah tersebut.

 

 

"Pada tahun 2018 ini, perusahaan menerima ajuan sebanyak 204 proposal. Namun, proposal yang memenuhi verifikasi hanya sebanyak 190 proposal, yang terdiri dari 114 kategori pemberdayaan masyarakat dan 76 kategori pembangunan sarana dan prasarana," kata Sigit Wahono, seperti yang dikutip dalam keterangan persnya, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut, Sigit mengatakan bahwa perusahaan melakukan pendampingan sejak penyusunan proposal sampai dengan saat pelaksanaan program. Hal ini dilakukan dengan harapan agar implementasi program di masing-masing desa dapat sesuai dengan rencana yang sudah disepakati dari hasil musyawarah dan FGD oleh Forum Masyarakat Kokoh (FMK) di desa.

"Setelah selesai kegiatan, perusahaan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. FMK sebagai pelaksana program dapat memberikan laporan yang obyektif dan akuntabel sehingga dapat menjadi referensi untukprogram selanjutnya,'' pungkasnya.(Dani)


 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group