• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Beras picu inflasi di Jatim meski masih terkendali.

December 5, 2018

 

Sby, MercuryFM - Pada bulan November 2018 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, atau dari 132,65 pada bulan Oktober 2018 menjadi 133,01 pada bulan November 2018. Seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan ini mengalami inflasi, namun masih cukup terkendali.

 

Kepala Bdan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, saat Jumpa Pers di kantornya, Surabaya, Senin (3/12) mengatakan, inflasi pada Nopember 2018 tertinggi adalah di Kota Kediri yang mencapai 0,40 persen. Diikuti Malang sebesar 0,37 persen, Probolinggo sebesar 0,35 persen, Madiun sebesar 0,34 persen, Jember sebesar 0,21 persen, Banyuwangi sebesar 0,26 persen, Sumenep sebesar 0,24 persen, dan terendah di Surabaya sebesar 0,21 persen.

 

Teguh menambahkan, pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan November 2018 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau cukup terkendali. Inflasi November 2018 lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2017, dimana pada bulan November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen.

 

Apabila dilihat trend musiman setiap bulan November selama sepuluh tahun terakhir (2009-2018), seluruhnya terjadi inflasi.Hal ini biasanya dipicu oleh naiknya beberapa harga kebutuhan pokok akibat perayaan hari besar agama serta menjelang pergantian tahun. Bulan November 2014 merupakan inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,38 persen. Sedangkan inflasi terendah pada bulan November 2009 sebesar 0,04 persen.

 

"Pada bulan November 2018 dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami infasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan. Kelompok dengan inflasi tertinggi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,60 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,03 persen". ungkap Teguh

 

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan November 2018, yakni naiknya harga bawang merah, angkutan udara, dan beras. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi turunnya harga melon, pepaya, dan tongkol/ambu-ambu.

 

"Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan November 2018 mencapai 2,24 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) mencapai 2,96 persen. Pada November 2018 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,67 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,39 persen" pungkas Teguh.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags