• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Penghentian proyek Trem oleh Walikota sudah tepat

December 14, 2018

 

SbyMercuryFM - Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey mengapresiasi keputusan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang tak melanjutkan rencana pembangunan moda transportasi cepat “Trem”. Sebelumnya, risma menyampaikan alasan tak meneruskan proyek trem karena masa jabatannya yang tinggal 2 tahun, sedangkan pengerjaan konstruksi angkutan massal tersebut membutuhkan waktu lebih lama.

“Ini saya kira keputusan yang tepat,” katanya, Selasa (11/12)

Awey mengakui, moda transportasi yang cocok untuk kota metropolitan Surabaya adalah Trem, LRT serta angkutan umum lainnya. Namun, ia menambahkan, bahwa untuk pengerjaan proyek tersebut membutuhkan anggaran yang besar pula.

“Kalau anggarannya terbatas, jangan memaksakan diri,” ujar politisi Partai Nasdem ini.

Menurutnya, setiap tahun persoalan lalu lintas terus bertambah. Untuk itu, jika impian untuk merealisasikan trem terus ada, ia khawatir keruwetan lalu litas akan bertambah.

“Lebih baik dioptimalisasi angkutan bus yang ada, seperti trans Jakarta,” kata Awey

Pasca gagal merealisasikan proyek trem, untuk penyediaan sarana transportasi massal, pemerintah kota Surabaya rencananya akan fokus pada penambahan moda transportasi bus yang diberi nama “bus Suroboyo”. Padahal, sesuai rencana sebelumnya, Bus Suraboyo justru sebagai angkutan pendukung trem.

Legigslator DPRD Surabaya, Vinsensius Awey mengakui, meski keputusan untuk tak melanjutkan rencana pembangunan trem terlambat. Padahal, dirinya sejak 2 tahun lalu sudah menyarankan tak direalisasikan karena terbatasnya anggaran. Namun, keputusan walikota tersebut dinilai lebih baik daripada terus memaksakan diri.

“Makin cepat diputuskan, makin menyelesaikan persoalan lalu lintas di Surabaya,” jelasnya

Saat ini, menurut Awey, pemerintah kota harus fokus pada penambahan anggaran untuk pengadaan bus atau legalitasnya apakah operasionalnya dikelola oleh UPTD, BUMD atau pihak ketiga.

“ Bu Risma harus percaya, jika di tahun 2024 ada kepala daerah yang bisa mewujudkan moda LRT atau MRT di Surabaya,” terangnya

Mengenai dana Feasibility study (Studi kelayakan) yang sudah dikucurkan selama ini, Awey mengatakan, bahwa hasil kajian tersebut nantinya bisa bermanfaat di masa pemerintahan selanjutnya.

“Memang kajian itu tak bsia dipakai untuk selamanya. Tapi kajian itu adalah bagian dari proses pembangunan,” pungkasnya. (Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive