• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Bambang Haryo: Surabaya kota para pesilat

December 18, 2018

Sby, MercuryFM - Di penghujung tahun 2018, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya mengelar Kejuaraan Pencak Silat memperebutkan Piala Bambang Haryo S. Kejuaraan silat akhir tahun ini bekerjasama dengan Perguruan Pencak Silat Persinas ASAD Surabaya sebagai Panitia Pelaksana.

Bambang Haryo Ketua IPSI Surabaya menjelaskan pihaknya mempunyai target untuk membawa pencak silat mendunia. Torehan prestasi yang didapatkan pendekar-pendekar pencak silat menjadi bukti.

"Kita punya target di PON, pra PON, serta kejuaraan Asean maupun kejuaraan seluruh Asia, dan Dunia. Yang kita harapkan kita muncul calon-calon atlet berprestasi," ungkap Bambang Haryo, Selasa (14/12/2018).

Kejuaran Pencak Silat Surabaya kata Bambang bisa menjadi unjuk kebolehan pada Porprov bulan Juli mendatang. Ini lanjutnya dapat dikatakan ajang pemanasan Pra Porprov.

"Kita punya target ya itu Porprov yaitu sebelum Porprov yaitu pra Porprov yang akan di adakan bulan April di lanjutkan Porprov pada bulan Juli, yang kami harapkan kita mendapatkan suatu prestasi terbaik yang biasanya. IPSI Kota Surabaya bisa ini mendapatkan emas terbanyak atau juara umum terbanyak, ini harus kita ulang lagi selama bertahun-tahun kita mendapatkan juara umum," terangnya.

Surabaya kata pria yang juga anggota Komisi V DPR RI ini sudah mendiklar satu-satunya kota di Jawa timur yang mempunyai juara-juara pencak silat baik itu emas terbanyak dan juga juara-juara tingkat Asean, tingkat Asia maupun tingkat dunia.

"Kita harapkan di sahkan oleh Bu walikota. Surabaya ini benar-benar sebagai kota pesilat karena satu-satunya kota di Jawa timur yang mempunyai juara-juara, baik itu emas terbanyak dan juga juara-juara tingkat Asean, tingkat Asia maupun tingkat dunia. Dan juga kami harapkan di olimpiade akan turun 2 atlet kita dari Surabaya," harapnya.

Kejuaraan kali ini diikuti sekitar 609 pesilat dari 27 perguruan silat se-Surabaya. Para atlet akan bertanding mulai 18 hingga 21 Desember 2018. Pertandingan dilaksanakan di GOR Kodam Brawijaya Surabaya. Tiap hari akan diisi tiga sesi pertandingan.

Peserta pertandingan dibagi dalam empat kriteria. Pertama, Golongan Usia Dini (9-12 tahun). Kedua, Golongan Pra Remaja (12-14 tahun). Ketiga, Golongan Remaja (14-17 tahun). Keempat, Golongan Usia PORPROV (15-10 tahun). Sementara itu kategori tanding terbagi dalam tiga jenis, yakni tunggal, ganda dan beregu, baik putra maupun putri.

Selama pelaksanaan kejuaraan silat, penilaian dilakukan dengan menggunakan digital scoring. Para atlet pun mendapat jaminan asuransi BPJS selama pertandingan berlangsung.

Pemenang pertama, kedua, dan ketiga akan mendapatkan trophy bergilir dan piagam penghargaan. Sementara untuk juara umum, selain mendapatkan trophy tetap dan piagam penghargaan, juga akan mendapatkan hadiah pembinaan berupa uang sebesar Rp 2.000.000 bagi Juara Umum Pertama.  Juara Umum Kedua akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000, dan Juara Umum Ketiga sebesar Rp 750.000.

Kejuaraan yang diselenggarakan ini untuk melestarikan budaya asli Indonesia, yakni Pencak Silat. Selain itu juga untuk menunjang program pemerintah dalam peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Penutupan kejuaraan akan dilangsungkan di lokasi Car Free Day Taman Bungkul, Minggu 23 Desember 2018.(alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags