• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PMII, GMNI dan HMI dorong tokoh muda maju di pilwali Surabaya 2020

December 20, 2018

Sby, MercuryFM -  Pilwali Kota Surabaya 2020 mulai menarik perhatian kalangan muda. Tiga organisasi mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur bersepakat dan mendorong lahirnya tokoh muda untuk ikut dalam percaturan pilwali kota Surabaya.

 

"Kita sangat berharap Surabaya menjadi role model bagi daerah daerah lain di Jawa Timur. Apalagi ada bonus demografi. Maka sudah seharusnya muncul kalangan muda untuk ikut dalam percaturan politik kota Surabaya," kata Ketua Badko HMI Jatim, Yogi Pratama di Surabaya, Rabu, (19/12/2018).

 

Sebagai kota maju, menurut Yogi, Surabaya sudah sepatutnya dipimpin oleh kalangan muda. Hal ini guna menjawab tantangan para pemuda terutama menghadapi revolusi industri 4.0. Pasalnya, pemuda diyakini minim kepentingan dan menjadi tonggak pembangunan masa depan.

 

"Yang harus memimpin kota sebesar Surabaya ini ya orang memiliki visi yang visioner dan progresif. Dan itu ada pada seorang pemuda. Karena, representasi pemuda dalam pemerintahan, adalah solusi pada pemuda itu sendiri," ujarnya.

 

Sementara itu Ketua DPD GMNI Jatim, Nabrisi Rohid menambahkan, pemimpin kota Surabaya bisa saja dari kalangan senior dan anak muda, hal ini guna menyambut perkembangan era digital yang saat ini kian tak terbendung.

 

"Tidak harus walikota dan wakil walikotanya dari kalangan muda. Minimal, satu diantaranya. Kalau nantinya tua-tua yang memimpin tentu perkembangan teknologi akan terhambat. Biar terjadi balance, saya pikir anak muda juga perlu tampil dalam persoalan Pilkada," tambahnya.

 

Kata Nabrisi, pemuda saat ini seharusnya banyak mengambil peran dalam bidang politik.

 

"Antipati terhadap politik adalah pilihan yang salah. Kiprah pemuda sangat ditunggu," pungkasnya

 

Sedangkan Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni berpendapat, munculnya kalangan muda sangat dinantikan diera saat ini. Jangan sampai yang menjadi porsi anak muda di lepas begitu saja.

 

Goni lantas menyentil aktivitas politik para politis senior yang selalu tampil seolah-olah muda dan milenial guna mendapatkan dukungan dari kalangan muda. 

 

"Itu menunjukkan kalau ternyata ada banyak ruang bagi pemuda untuk terjun dalam politik. Daripada yang tua bergaya seperti milenial, kenapa tidak yang muda saja yang ambil bagian itu," ungkapnya.

 

Ditambahkan Goni, realitas politik saat ini sesungguhnya membutuhkan peran anak muda. Termasuk kota Surabaya dengan segudang kompleksitas persolan yang muncul. 

 

"Sangat perlu anak muda untuk terjun ke wilayah politik. Semangatnya harus berjuang dibidang politik. Politik itu akan melahirkan sebuah kebijakan," jelasnya.

 

"Saat ini banyak lahir pemimpin politik dari kalangan muda yang sudah tampil dan membawa perubahan dan warna yang baru. Ada mas Emil Dardak yang jadi Wagub Jatim dan banyak juga kepala daerah yang dari kalangan muda. Masak Surabaya tidak," imbuhnya.

 

Sementara terkait sosok muda yang pantas maju dalam Pilwali Kota Surabaya mendatang, baik dari PMII, HMI dan GMNI masih belum berani mempublikasikan. Mereka bersepakat untuk melakukan Inventarisir dan melakukan kajian mendalam terhadap tokoh-tokoh muda yang dinilai layak didorong.

 

"Ada beberapa tokoh-tokoh muda. Tapi kami masih melakukan pendalaman. Kalau sudah selesai, kami akan publikasikan," demikian kesepakatan mereka. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive