Pohon Natal botol bekas hiasi suka cita perayaan Natal

December 20, 2018

 

Sby,MercuryFM - Sejumlah pelajar dari sekolah Paud-TK-SD Baptis Peniel Surabaya membuat pohon Natal dari barang bekas. Barang dari botol tidak dipakai dan pernak-pernik ini berjumlah 250 botol. Dengan 1 botol untuk satu karya pohon Natal.

Hasil karya siswa- siswi ini digelar di dalam gereja sebagai dekorasi menyambut Natal. Ini sekaligus pengenalan karya fisik tiga dimensi kepada pelajar.

Adrienne Minerva salah satu pelajar kelas 4 Baptis Peniel Surabaya menjelaskan membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa membuat pohon Natal dari bahan bekas beserta pernak-perniknya.

Ia mengaku mengerjakan sendiri tanpa dibantu orang tua maupun saudara. Bagi Adrien melakukan kreasi dari barang bekas baru pertama kali dilakukan meski diakuinya semua itu butuh ketelatenan.

"Ini membuat pohon Natal dari barang bekas kertas dan botol. Tidak susah sih, sendiri tidak dibantu mama. Satu kali bikin ini, ya senang buat gini," ungkap Adrienne Minerva disela memberikan pohon Natal dari barang bekas kepada Guru, Pengurus Yayasan dan Pendeta, Kamis (20/12/2018).

Bambang Sugianto Ketua Yayasan Baptis Peniel Surabaya menerangkan apa yang dibuat peserta didik ini sebagai bentuk pembelajaran. Selain menyemarakkan Natal kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai wujud perayaan Natal dengan nuansa dunia.

"Kita ingin menekankan kita harus bersatu tidak hanya di Sekolah tapi juga dilingkungan. Ini siswa membuat pohon Natal mini. Ini bahannya dari alami yang ada disekitar baik itu botol, plastik dan lainnya," urai Bambang.

Selain membuat pohon Natal dari bahan bekas dalam kesempatan ini siswa siswi juga dikenalkan wujud keberagaman dengan memakai baju adat dan baju berbagai negara lain.

"Kita hidup didunia itu harus saling mengasihi antar sesama, kita tidak hanya kenalkan antar suku di Indonesi tapi mereka juga mempunyai sahabat-sahabat lainnya dari belahan dunia, karena itu ada yang pakai baju adat di Indonesia, Jepang dan koboik baju ala Amerika," terangnya.

Senada dengan Bambang, pegiat seni sanggar Fayrus Sejati Toto Imansyah menambahkan mengajak siswa kreatif dengan membuat bahan dari bahan bekas sebagai bentuk pembelajaran dan pengenalan karya tiga dimensi.

"Selama ini anak-anak taunya menggambar dan mewarna, nah kita ini sekaligus mengenalkan karya tiga dimensi dengan membuat pohon natal dari bahan bekas," kata Toto Imansyah.

Dalam kesempatan ini selain melatih anak untuk kreatif dengan membuat pohon Natal mini siswa-siswi juga unjuk kebolehan dengan menyanyi. (Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive