• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Laskar Aswaja Sampang tolak kedatangan Cawapres Sandiaga Uno

January 1, 2019

 

Sby,MercuryFM - (SAMPANG)Penolakan terhadap pasangan capres cawapres no urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno terjadi di Kabupaten Sampang Madura.

 

Puluhan massa yang mengatasnamakan Laskar Aswaja Indonesia Kabupaten Sampang, menolak kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor 02 Sandiaga Uno ke Kabupaten Sampang. Penolakan tersebut dilakukan di depan Monumen Perjuangan Sampang kota dengan panggung bertuliskan penolakan, Rabu (01/01/19).

 

Selain panggung dan baner penolakan kedatangan Cawapres pendamping Prabowo Subianto ini, massa juga memainkan musik tradisional dan memberikan selebaran penolakan pada pengguna jalan yang sedang melintas. 

 

Abdul Wahed Koordinator aksi damai Laskar Aswaja Sampang saat ditemui dilokasi, mengatakan aksi ini adalah aksi damai dalam rangka menolak kedatangan Cawapres Sandiaga Uno ke Kabupaten Sampang.

 

Menurut Abdul Wahed, Ada tiga alasan menolak kedatangan Sandiaga Uno ke Kabupaten Sampang. Pertama Sandiaga sebaga cawapres telah melangkahi makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syamsuri di Kompleks Pondok, Denanyar, Jombang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Kedua, karena dia memiliki dosa sosial ekologis yakni perampasan dan pengrusakan lingkungan melalui industri tambangnya kurang lebih 900 hektare lahan hijau di Tumpang Pitu. 

 

"Ketiga, Sandiaga Uno, merupakan komisaris PT Duta Graha Indah (DGI) yang berganti nama PT Nusa Kontruksi Enjinering (NKE) yang saat ini sudah di dakwa korupsi oleh jaksa komisi pemberantasan korupsi (KPK), PT DGI/NKE disebutkan memperkaya korporasi senilai ratusan miliar rupiah, atas sejumlah proyek pemerintah," ujarnya.

 

Bahkan, kata Wahed, salah satu anak buahnnya, Direktur Utama PT Duta Graha Indah, Dudung Purwadi, telah ditetapkan KPK menjadi tersangka dalam tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana Tahun Anggaran 2009-2011. 

 

"Hal ini mengindikasikan bahwa Sandiaga Uno sebagai calon pemimpin patut diduga memiliki dosa korupsi sehingga tidak bisa diharapkan mampu membawa Indonesia bebas korupsi," pungkasnya.

 

Disamping itu, Wahed membeberkan, hal ini sangat bertolak belakang dengan gelar 'santri post-Islamisme' yang sebelumnya disematkan Presiden PKS Sohibul Iman kepadanya. 

 

"Mestinya sebagai seorang santri, Sandiaga Uno tahu adab, etika,tata krama, sopan santun seorang Santri. Namun kenyataannya sama sekali jauh dari akhlak seorang santri. Apalagi sebagai seorang calon pemimpin, selayaknya tahu kultur dan kearifan lokal budaya Indonesia," pungkasnya.

 

"Melangkahi makam ulama tersebut, membuktikan sama sekali tidak paham adat istiadat dan kultur Indonesia," tambahnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive