Ijin pengembangan RS Siloam dicabut, pemkot tidak takut kehilangan investor


Sby,MercuryFM - Wakil walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana, memastikan ijin pengembangan rumah sakit Siloam yang mengakibatkan amblesnya Jalan Raya Gubeng telah dicabut. Sehingga kalau pihak pengusaha ingin kembali melakukan pembangunan proyek tersebut, maka harus terlebih dahulu mengajukan ijin dari proses awal. "Pencabutan ijin pengembangan proyek RS Siloam atas dasar adanya kesalahan teknis pembangunan yang telah dilakukan" tegasnya Whisnu juga memastikan kalau pencabutan ijin ini dipastikan tidak mempengaruhi iklim investasi di Surabaya. "Dikarenakan pencabutan atas dasar kesalahan dari pihak pelaksana" lanjutnya. Politisi PDIP ini menuturkan dengan pencabutan ijin tersebut maka pihak kontraktor tidak bisa melanjutkan pembangunan. "Dan jika pihak pengusaha ingin kembali melakukan pembangunan maka harus kembali mengajukan ijin dan prosesnya pun mulai dari awal" lanjutnya. Whisnu menegaskan jika perijinan pembangunan proyek tersebut kembali dilakukan, tidak menutup kemungkinan untuk pembangunan basemant tidak diberi ijin menyesuaikan hasil evaluasi lebih detail. Sementara itu terkait dugaan adanya mafia perijinan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan dan mengungkap jika menemukan adanya mafia perijinan. Whisnu menambahkan, pasca insiden ambruknya Jalan Raya Gubeng ini pemkot akan meningkatkan pengawasan berkalanya, bisa dua bulan sekali dilakukan pengawasan pembangunan proyek-proyek di Surabaya. Selain itu juga akan memelototi betul pengajuan ijin proyek pembangunan basement seperti apa perencananya hingga konstruksinya.(Alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group