Survey SSC Jokowi-KH Ma'ruf Amin masih kalah di Madura


Sby, MercuryFM - Pasangan Jokowi - KH Ma'ruf Amin masih mengungguli pasangan Prabowo - Sandiaga Uno di jatim. Hasil survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre (SSC). Ekeltabilitas pasangan no urut 01 mencapai 55,9% Sedangkan pasangan no urut 02 mencapai 32,1%.

"Dari data elektbilitas tersebut ada sekitar 12% yang masih belum tentukan pilihan (undecided voters). Survey ini kita lakukan pada bulan Desember 2018 kemarin, antara tanggal 10-20 Desember, dengan jumlah responden 1.070 dan margin of eror +/- 3% dengan kepercayaan 95%" ujar peneliti Senior SSC, Surokhim setelah memaparkan hasil survey, Rabu, (09/01/19).

Menurur Surokhim, dari data yang ada pasangan no urut 01 ini masih unggul di beberapa wilayah di jatim. Dikawasan Pantura Barat dukungan pada no urut 01 mencapai 52,7%. Pasangan no urut 02 37,8%.

Untuk kawasan Arek pasangan no urut 01 mencapai 58,6%. Pasangan no 02 mencapai 28,2%. Kawasan Mataraman dukungan ke no urut 01 mencapai 59,1% dan pasangan 02 mencapai 32,5%. Sedangkan dikawasan Tapal Kuda pasangan no 01 mencapai 52,2% dan pasangan no 02 mencapai 34,6%.

"Dari semua data yang ada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mengungguli pasangan Jokowi - KH Ma'ruf Amin hanya di kawasan Madura. Pasangan no urut 02 dukungam mencapai 53,6% dan pasangan no urut 01 hanya 39,1%," jelas Surokhim.

Dijelaskan oleh Surokhim dari data yang ada dukungan pasangan no urut 01 juga banyak diberikan oleh kalangan generasi muda atau milineal. Kalangan milenial yang mendukung pasangan 01 mencapai lebih dari 50%.

"Kalangan perempuan dan laki laki juga hampir seimbang dijatim memberikan dukungan ke pasangan no 1 ini. Dimana kaum laki laki yang memilih 01 mencapai 55,7% dan perempuan yang memilih pasangan 01 memcapai 54,3%," ungkapnya..

Sementara itu dari hasil survey yang dilakukan juga terungkap bahwa masyarakat Jatim muak dengan munculnya ujaran kebencian dan ujaran nyiyir yang muncul dari kedua kubu capres-cawapres yang ada di medsos. Sebanyak 33,6% masyarakat Jatim menyatakan muak dengan hak hal semacam itu.

"Ini bukti bahwa masyarakat jatim tidak suka dengan munculnya saling serang dan salung nyiyir yang kerap muncul di medsos. Masyarakat Jatim cenderung menginginkan pilpres damai dan sejuk," pungkas pria yang juga dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura. (ari)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group