2019 Pemprop akan tingkatkan sambungan listrik masyarakat miskin Jatim

January 10, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pemprov Jatim menargetkan rasio elektrifikasi di Jatim naik dari 93,1 persen di tahun 2018 menjadi 96 persen pada tahun 2019. Ini sebagai wujud untuk menggenjot instalasi dan sambungan listrik baru khususnya untuk masyarakat miskin.

 

"Kita mencatat ada sebanyak 85 ribu warga miskin yang belum tersambung listrik. Sedangkan penduduk Jatim yang belum teraliri listrik mencapai 885 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 6,9 persen dari total penduduk Jatim," ujar Kadis ESDM Jatim, Setiadjit, Kamis (10/01/19)

 

Menurut Setiadjit, daerah-daerah yang banyak belum teraliri listrik berada di Kab Sumenep khususnya di wilayah kepulauan, Kab Sampang, Kab Situbondo, Kab Bondowoso, dan Kab Jember. Ditambah beberapa daerah lain yang ada di Jatim.

 

Kata Setiadjit, Pemprov Jatim menargetkan sebagian besar rumah tahun 2019 sudah dapat menikmati listrik. Mengingat tahun 2019 pemprov membuat program pembuatan instalasi dan sambungan listrik baru ke 1.500 KK warga  miskin.

 

Program ini, lanjut Setiadjit sudah dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM. Hasilnya, kementerian berjanji akan membuat intalansi dan memasang Instalasi Rumah Sambungan Rumah (IRSR) kepada 40 ribu warga miskin. Di sisi lain, pemerintah juga akan membangun pembangkit listrik tenaga surya bagi warga miskin. 

 

“Selain ke Kementerian ESDM, kami juga kerja sama dengan PLN untuk membuat jaringan baru di daerah-daerah terpencil. Dan kita juga berharap perusahaan plat merah baik BUMN maupun BUMD bisa membantu dengan menyalurkan Corporate Sosial Respobility (CSR)-nya untuk pembuatan instalasi dan pemasangan sambungan baru bagi keluarga miskin” beber mantan Kadisnakertrans Jatim.

 

 

Sementara itu, Aliyadi Mustofa anggota Komisi D DPRD Jatim mengaku sangat mendukung upaya Dinas ESDM Jatim untuk meningkatkan elektrikasi khususnya bagi warga miskin. Sebab pihaknya sejak lama juga sudah memperjuangkan pemerataan aliran listrik bagi masyarakat Jatim. 

 

"Kami apresiasi program elektrifikasi Dinas ESDM Jatim sebab ini sudah menjadi kewajiban Pemprov Jatim," ujar politisi asal Madura.

 

Politisi asal PKB ini juga mendorong Pemprov Jatim berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini kementrian terkait seperti Kemen ESDM dan Kemen BUMN. 

 

"Paling tidak BUMN-BUMN yang ada di Jatim bisa memberikan CSR untuk membantu pembangunan sambungan listrik baru maupun pembangkit listrik tenaga surya di daerah-daerah terpencil dan kepulauan sehingga bisa memenuhi target yang sudah dibuat oleh Pemprov Jatim," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group